Tolak Hari Anti Tembakau, warga Jember nari Labako

Jum'at, 31 Mei 2013 - 20:43 WIB
Tolak Hari Anti Tembakau,...
Tolak Hari Anti Tembakau, warga Jember nari Labako
A A A
Sindonews.com - Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, warga Kabupaten Jember melakukan protes terhadap Peringatan Hari Anti Tembakau Sedunia. Dalam protesnya, mereka menarikan tarian khas Jember yakni Labako.

Kata Labako sendiri merupakan bahasa Madura yang berarti tembakau. Tarian Labako itu diciptakan seniman Bagong Kusudiardjo sebagai tarian khas Jember yang dikenal sebagai Kota Tembakau.

Dalam aksinya, warga dan mahasiswa Jember ini juga memprotes Peraturan Pemerintah Nomor 109 yang merugikan petani tembakau.

"Selamatkan kretek, selamatkan Indonesia," kata koordinator aksi, Arga Brahmantya di DPRD Jember, Jumat (31/5/2013).

Dia menambahkan, seharusnya masyarakat Indonesia berterima kasih kepada petani dan tanaman tembakau yang telah memberikan kontribusi berupa cukai senilai Rp 90 triliun untuk APBN.

Menurut dia, selama bertahun-tahun tanaman tembakau di berbagai daerah di Indonesia menghidupi sekitar 2,1 juta petani. Selain itu, ada sekitar 6,1 juta pekerja di industri pengolahan tembakau, seperti pabrik rokok.

Karena itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2014 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau harus ditolak. Selain itu, meskipun kampanye anti-tembakau semakin masif dilakukan pemerintah Indonesia, produksi dan konsumi rokok justru tidak berkurang.

Bahkan, impor tembakau sejak 2003 hingga 2008 menanjak hingga 250 persen. Sementara pemerintah juga terus menikmati cukai tembakau. Dalam aksi itu, salah satu anggota dewan, Abdul Ghofur mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.

"Kita akan akan berusaha memperbaiki atau merevisi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 tentang Tata Niaga Tembakau di Jember. Selama pemerintah masih menikmati dana cukai tembakau, maka pemerintah harus bertanggung jawab terhadap nasib ribuan petani tembakau," tandas Ghafur.
(ysw)
Berita Terkait
Dianggap Merugikan,...
Dianggap Merugikan, Petani Siap Demo Penolakan RPP Kesehatan
PP Kesehatan Dinilai...
PP Kesehatan Dinilai Bisa Ciptakan Lebih Banyak Pengangguran
Kisah Petani yang Insaf...
Kisah Petani yang 'Insaf' Bertani Tembakau, Kini Pilih Tanam Ubi Jalar hingga Cabai
Rancangan Permenkes...
Rancangan Permenkes tentang Kesehatan Perlu Libatkan Semua Elemen
Kemenkes Diminta Siapkan...
Kemenkes Diminta Siapkan Solusi Dampak Negatif RPP Kesehatan
Asosiasi Petani Tolak...
Asosiasi Petani Tolak Aturan Tembakau di RPP Kesehatan
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
39 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
56 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved