Banyak masjid & mushala di Padang yang menyimpang arah kiblatnya
Rabu, 29 Mei 2013 - 16:03 WIB
Banyak masjid & mushala di Padang yang menyimpang arah kiblatnya
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah masjid dan mushala di Kota Padang ternyata banyak yang menyimpang arah kiblat dari yang seharusnya. Dari 200 masjid yang diteliti, hanya ada sekira 30 rumah ibadah yang arah kiblatnya tepat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Fatwa dan Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Gusrizal Gazahar menyatakan tak masalah dengan adanya perbedaan tersebut.
"Ya tidak masalah. Yang pasti kan itu salat, yang penting pemahamannya," jelas Gusrizal, Rabu (29/5/2013).
Di kebanyakan rumah ibadah tersebut, penyimpangan arah kiblatnya mulai dari 1 hingga 40 derajat. Sehingga, ketika shalat tidak lagi menghadap ke arah kabah.
"Bumi itukan bulat, kita percaya saja jika ujungnya tetap ke arah kiblat. Yang penting kita meyakini apa yang kita kerjakan untuk menjalankan ibadah," tuturnya.
Meskipun begitu, menurutnya, ada baiknya memang kiblat di Kota Padang diseragamkan. Agar tidak ada konflik dan perbedaan terkait penetapan kiblat.
"Kami meminta Kemenag turun tangan untuk melakukan sosialisasi untuk penentuan arah kiblat yang dianjurkan. Karena memang masalah agama ini sensitif, dan ini sangat merugikan," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Fatwa dan Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Gusrizal Gazahar menyatakan tak masalah dengan adanya perbedaan tersebut.
"Ya tidak masalah. Yang pasti kan itu salat, yang penting pemahamannya," jelas Gusrizal, Rabu (29/5/2013).
Di kebanyakan rumah ibadah tersebut, penyimpangan arah kiblatnya mulai dari 1 hingga 40 derajat. Sehingga, ketika shalat tidak lagi menghadap ke arah kabah.
"Bumi itukan bulat, kita percaya saja jika ujungnya tetap ke arah kiblat. Yang penting kita meyakini apa yang kita kerjakan untuk menjalankan ibadah," tuturnya.
Meskipun begitu, menurutnya, ada baiknya memang kiblat di Kota Padang diseragamkan. Agar tidak ada konflik dan perbedaan terkait penetapan kiblat.
"Kami meminta Kemenag turun tangan untuk melakukan sosialisasi untuk penentuan arah kiblat yang dianjurkan. Karena memang masalah agama ini sensitif, dan ini sangat merugikan," jelasnya.
(rsa)