RS swasta tak ambil profit dari KJS
Selasa, 28 Mei 2013 - 20:48 WIB
RS swasta tak ambil profit dari KJS
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Perhimpunan Rumah Sakit (RS) DKI Jakarta Sri Rahmani menyatakan, semua rumah sakit yang ada di bawah perhimpunannya siap menjalan dan mendukung pelaksanaan Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Sebagai implementasinya, kata Sri, pelayanan pengguna KJS akan tetap dijalani semua RS yang berada di dalam perhimpunan ini.
"Implementasinya kan pelayanan KJS akan tetap kita layani, tetap kita jalankan tapi yang kita harapkan kan biaya yang dikeluarkan rumah sakit bisa dibayar kembali," katanya di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2013).
Sri juga menegaskan, selama ini pelayanan rumah sakit swasta untuk ruang kelas tiga tidak pernah mengambil keuntungan. Maka itu, kata dian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memahami hal tersebut. "Memang kita untuk ruang kelas tiga tidak diambil profit," katanya.
Selain itu, Sri mewakili semua rumah sakit di bawah asosiasi perhimpunan rumah sakit DKI Jakarta, berterimakasih atas langkah Dinas Kesehatan untuk pembahasan selisih tarif Mei sampai pertengahan Juni nanti.
"Kita akan duduk bersama untuk memeprhatikan selisih yang kemarin April sampai pertengahan Juni nanti," jelasnya.
Sebagai implementasinya, kata Sri, pelayanan pengguna KJS akan tetap dijalani semua RS yang berada di dalam perhimpunan ini.
"Implementasinya kan pelayanan KJS akan tetap kita layani, tetap kita jalankan tapi yang kita harapkan kan biaya yang dikeluarkan rumah sakit bisa dibayar kembali," katanya di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2013).
Sri juga menegaskan, selama ini pelayanan rumah sakit swasta untuk ruang kelas tiga tidak pernah mengambil keuntungan. Maka itu, kata dian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memahami hal tersebut. "Memang kita untuk ruang kelas tiga tidak diambil profit," katanya.
Selain itu, Sri mewakili semua rumah sakit di bawah asosiasi perhimpunan rumah sakit DKI Jakarta, berterimakasih atas langkah Dinas Kesehatan untuk pembahasan selisih tarif Mei sampai pertengahan Juni nanti.
"Kita akan duduk bersama untuk memeprhatikan selisih yang kemarin April sampai pertengahan Juni nanti," jelasnya.
(mhd)