Buruh ancam duduki Soetta sampai SBY datang

Senin, 29 April 2013 - 17:48 WIB
Buruh ancam duduki Soetta...
Buruh ancam duduki Soetta sampai SBY datang
A A A
Sindonews.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Kapitalisme (GERAK), mengancam akan memblokir Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada 1 Mei mendatang. Mereka berjanji baru akan pergi, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil keputusan atas tuntutannya.

"Tak akan meninggalkan bandara sampai Presiden RI datang membahas yang kami ajukan ke lokasi. Kami perkirakan 5.000 buruh yang tergabung dalam GERAK akan mengepung Bandara Soekarno-Hatta," ujar Muchtar Guntur, Juru Bicara GERAK, di sekretariat Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang, Senin (29/4/2013).

Menurut Muchtar, meski aksi mereka akan dihadang oleh petugas keamanan, mengingat status bandara sebagai objek vital yang harus dilindungi penuh dari gangguan apapun, pihaknya tak akan mundur. Karena itu, kata Muchtar, buruh sudah memprediksi bahwa aksi mereka akan berlangsung keras.

"Kami sudah mengantisipasi. Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami selalu gagal duduki Bandara Soekarno-Hatta," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Umum GERAK Koswara mengatakan, pihaknya sudah siap untuk berhadap-hadapan dengan aparat keamanan. "Kami sudah menyiapkan 400 orang untuk melakukan lobi di barisan terdepan. Tujuan kami minimal di depan pintu M1. Kalau bisa, ya masuk ke dalam," terangnya.

Dalam aksi nanti, buruh akan menuntut 13 point, antara lain tolak sistem outsourcing, tolak pemberangusan serikat buruh, tolak upah murah, dan tolak penangguhan upah 2013. "Kami sudah lelah ke Istana, karena tak pernah ditanggapi oleh pemerintah. Untuk itu kami akan menggelar aksi di bandara," terang Koswara.

Ditambahkan dia, diperlukan satu aksi buruh yang solid untuk bisa menarik perhatian pemerintah dan 1 Mei adalah momentumya.

"Menduduki bandara adalah satu-satunya cara untuk menarik perhatian pemerintah dan kami tidak akan meninggalkan bandara sebelum SBY datang," ucap Koswara.

Sementara itu, Poniman, Koordinator Aliansi Serikat buruh/Serikat Pekerja Tangerang Raya, tidak mau bergabung dalam aksi menduduki Bandara Soekarno-Hatta. "Kami akan aksi long march ke istana, dengan jumlah buruh sekitar 15.000 orang," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, ancaman aksi demo buruh Tangerang yang akan menduduki Bandara Soekarno-Hatta, hanya gertak sambal dan tidak mungkin terjadi.

"Satu Mei pasti akan ada aksi, tapi saya perkirakan biasa saja. Bandara itu objek vital dan tidak mungkin sampai diblokir," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
Kemenham Kecam Tewasnya...
Kemenham Kecam Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali: Dorong Anak Korban Dapat Perlindungan Negara
2 jam yang lalu
Ketua RT Terima Laporan...
Ketua RT Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Tempat Sutrimo Tergeletak
2 jam yang lalu
Olah TKP Pria Meninggal...
Olah TKP Pria Meninggal Dunia Diduga Karumga Febrie, Polisi Bawa Bantal hingga Motor
4 jam yang lalu
Tragis! Di Bali, Pria...
Tragis! Di Bali, Pria Tewas Dikeroyok Hanya Gara-gara Dituduh Curi Ayam
6 jam yang lalu
HUT ke-15, AMG Komitmen...
HUT ke-15, AMG Komitmen Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern di Indonesia
6 jam yang lalu
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
8 jam yang lalu
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved