Nenek tak beri uang, bocah SD nekat gantung diri
Minggu, 28 April 2013 - 18:23 WIB
Nenek tak beri uang, bocah SD nekat gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Krisantus Neonbala, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Tokbesi Kecamatan Biboki Selatan Timor Tengah Utara(TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal di atas pohon Ceremai.
Kejadian itu terjadi sekaira pukul 21.30 Wita, kemarin malam. Polisi yang mengetahui informasi tersebut langsung bergerak menuju daerah itu sekira 65 kilometer arah timur dari Ibukota Kefamenanu dan langsung mengevakuasi jasad bocah kelas 4 SD itu.
Bocah itu diketahui gantung diri menggunakan seutas tali plastik tak jauh dari rumahnya akibat kecewa terhadap neneknya yang tak memberi uang hasil penjualan sapi yang dia pelihara selama ini untuk keperluan membeli kebutuhan sekolah.
“Polisi masih telusuri cerita apakah jadi penyebab kekecewaan itu, tapi soal gantung diri memang sesuai hasil visum dokter korban gantung diri.” ungkap Kapolres TTU, I Gede Mega Suparwitha, Minggu (28/4/2013).
Sementara itu Paman bocah ini menyayangkan kejadian yang menimpa hanya karena persoalan sepele. “Selama ini anak itu periang dan rajin tidak tau kenapa bisa terjadi kejadian ini,” keluh paman korban Philipus Sopo.
Sambil menunggu waktu pemakaman, hingga saat ini pihak jasad boah SD itu hanya disemayamkan disebuah pandopo depan rumah tinggal mereka.
Menurut keterangan keluarga, jasad bocah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah tinggal dengan alasan tradisi.
”Adat kami di sini begitu. Agar tidak ada malapetaka berikut lagi, sebab meninggal tidak wajar,” tambah Philipus.
Kejadian itu terjadi sekaira pukul 21.30 Wita, kemarin malam. Polisi yang mengetahui informasi tersebut langsung bergerak menuju daerah itu sekira 65 kilometer arah timur dari Ibukota Kefamenanu dan langsung mengevakuasi jasad bocah kelas 4 SD itu.
Bocah itu diketahui gantung diri menggunakan seutas tali plastik tak jauh dari rumahnya akibat kecewa terhadap neneknya yang tak memberi uang hasil penjualan sapi yang dia pelihara selama ini untuk keperluan membeli kebutuhan sekolah.
“Polisi masih telusuri cerita apakah jadi penyebab kekecewaan itu, tapi soal gantung diri memang sesuai hasil visum dokter korban gantung diri.” ungkap Kapolres TTU, I Gede Mega Suparwitha, Minggu (28/4/2013).
Sementara itu Paman bocah ini menyayangkan kejadian yang menimpa hanya karena persoalan sepele. “Selama ini anak itu periang dan rajin tidak tau kenapa bisa terjadi kejadian ini,” keluh paman korban Philipus Sopo.
Sambil menunggu waktu pemakaman, hingga saat ini pihak jasad boah SD itu hanya disemayamkan disebuah pandopo depan rumah tinggal mereka.
Menurut keterangan keluarga, jasad bocah tidak boleh dibawa masuk ke dalam rumah tinggal dengan alasan tradisi.
”Adat kami di sini begitu. Agar tidak ada malapetaka berikut lagi, sebab meninggal tidak wajar,” tambah Philipus.
(rsa)