May Day, 900 polisi di Tangerang jaga aset vital
Jum'at, 26 April 2013 - 03:52 WIB
May Day, 900 polisi di Tangerang jaga aset vital
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 900 personel kepolisian dari Polres Metro Tangerang, dikerahkan untuk mengamankan aksi buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei.
"900 personel itu, akan ditambah 400 personel dari Polda Metro Jaya. Jadi sekitar 1.400 personel. Jumlah tersebut akan kami sebar disemua titik rawan yang menjadi pusat pertemuan buruh," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada, di Tangerang, Kamis (25/4/2013).
Selain itu, mereka juga akan ditempatkan di daerah-daerah obyek vital, seperti jalan menuju pintu masuk tol dan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang biasanya menjadi sasaran buruh. "Ini merupakan program tetap (Protap) keamanan yang patut kami lakukan," katanya.
Karenanya, dalam meningkatkan keamanan itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polrestro Bandara Soekarno-Hatta. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polrestro Bandara untuk melakukan keamanan bersama di Pintu MI atau gerbang Bandara," terangnya.
Sedangkan titik rawan lainnya yang menjadi pusat pertemuan buruh, diantaranya lapangan Tanah Merah (Batu Ceper), Pertigaan Jatiuwung dan akses masuk Tol Tangerang-Jakarta.
Ditanya soal kemungkinan adanya sweeping ke perusahaan-perusahaan, Kapolrestro mengatakan, apabila sweeping itu hanya untuk sosialisasi dan tidak memaksakan kehendak kepada buruh lainnya agar tidak bekerja, tidak masalah. Namun, jika sampai ada paksaan, pihaknya akan menindak.
"Kami akan terus melakukan pengawalan terhadap pergerakan buruh," tandasnya.
"900 personel itu, akan ditambah 400 personel dari Polda Metro Jaya. Jadi sekitar 1.400 personel. Jumlah tersebut akan kami sebar disemua titik rawan yang menjadi pusat pertemuan buruh," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada, di Tangerang, Kamis (25/4/2013).
Selain itu, mereka juga akan ditempatkan di daerah-daerah obyek vital, seperti jalan menuju pintu masuk tol dan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang biasanya menjadi sasaran buruh. "Ini merupakan program tetap (Protap) keamanan yang patut kami lakukan," katanya.
Karenanya, dalam meningkatkan keamanan itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polrestro Bandara Soekarno-Hatta. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polrestro Bandara untuk melakukan keamanan bersama di Pintu MI atau gerbang Bandara," terangnya.
Sedangkan titik rawan lainnya yang menjadi pusat pertemuan buruh, diantaranya lapangan Tanah Merah (Batu Ceper), Pertigaan Jatiuwung dan akses masuk Tol Tangerang-Jakarta.
Ditanya soal kemungkinan adanya sweeping ke perusahaan-perusahaan, Kapolrestro mengatakan, apabila sweeping itu hanya untuk sosialisasi dan tidak memaksakan kehendak kepada buruh lainnya agar tidak bekerja, tidak masalah. Namun, jika sampai ada paksaan, pihaknya akan menindak.
"Kami akan terus melakukan pengawalan terhadap pergerakan buruh," tandasnya.
(san)