Biar tak loyo, KPK diberi sebotol jamu
Kamis, 25 April 2013 - 14:54 WIB
Biar tak loyo, KPK diberi sebotol jamu
A
A
A
Sindonews.com - Menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah loyo dan tak punya daya mengusut kasus Hambalang, puluhan wanita cantik tergabung dalam Gerakan Masyarakat untuk Keadilan (Gemuk) datang membagikan sebotol jamu.
Selain membagikan jamu mereka juga terlihat berorasi menyampaikan beragam desakan terkait kasus Hambalang yang tak kunjung tuntas.
Salah satu desakan mereka adalah, agar KPK segera menangkap dan menahan petinggi PT Adhie Karya, Teuku Bagus M Noor yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami meminta KPK segera menangkap Teuku Bagus M Noor yang jadi tersangka Hambalang," desak perwakilan Gemuk bernama Santi di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/4/2013).
Menurut Santi, seharusnya KPK segera memeriksa dan menahan Teuku Bagus, karena keterlibatannya selaku Ketua Kerjasama Operasi (KSO) dalam korupsi Hambalang itu sangatlah besar.
"Jangan-jangan KPK sudah loyo dan tidak memiliki sayahwat untuk menciduk Teuku Bagus," ujar Santi dengan nada menggoda disusul seruan dari rekan-rekannya.
Sambil memegang poster dengan berbagai tulisan, puluhan wanita cantik ini juga membagikan bunga mawar kepada para orang-orang yang berada di KPK. Sedangkan sebotol jamu yang dibagikan itu sebagai simbol untuk memberikan 'vitamin' untuk KPK agar segera mengeksekusi Teuku Bagus.
"Kalau KPK loyo dan sudah lemah syahwat, kami Gemuk siap merangsang KPK untuk bangkit. Kita tidak ingin KPK menjadi lembaga yang impoten," pungkasnya.
Selain membagikan jamu mereka juga terlihat berorasi menyampaikan beragam desakan terkait kasus Hambalang yang tak kunjung tuntas.
Salah satu desakan mereka adalah, agar KPK segera menangkap dan menahan petinggi PT Adhie Karya, Teuku Bagus M Noor yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami meminta KPK segera menangkap Teuku Bagus M Noor yang jadi tersangka Hambalang," desak perwakilan Gemuk bernama Santi di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/4/2013).
Menurut Santi, seharusnya KPK segera memeriksa dan menahan Teuku Bagus, karena keterlibatannya selaku Ketua Kerjasama Operasi (KSO) dalam korupsi Hambalang itu sangatlah besar.
"Jangan-jangan KPK sudah loyo dan tidak memiliki sayahwat untuk menciduk Teuku Bagus," ujar Santi dengan nada menggoda disusul seruan dari rekan-rekannya.
Sambil memegang poster dengan berbagai tulisan, puluhan wanita cantik ini juga membagikan bunga mawar kepada para orang-orang yang berada di KPK. Sedangkan sebotol jamu yang dibagikan itu sebagai simbol untuk memberikan 'vitamin' untuk KPK agar segera mengeksekusi Teuku Bagus.
"Kalau KPK loyo dan sudah lemah syahwat, kami Gemuk siap merangsang KPK untuk bangkit. Kita tidak ingin KPK menjadi lembaga yang impoten," pungkasnya.
(lns)