Gara-gara tawuran, siswa SMP Depok UN di Penjara
Minggu, 21 April 2013 - 16:22 WIB
Gara-gara tawuran, siswa SMP Depok UN di Penjara
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 20.885 siswa SMP dan Mts sederajat di Depok, siap mengikuti Ujian Nasional (UN). Selain itu 646 peserta ujian Paket B dan 6 siswa SLB juga akan ikut ujian.
Namun, ada satu siswa SMP yang ujian di lapas Pondok Rajeg, Cibinong Bogor. Sedangkan siswi yang hamil tidak ditemukan.
“Inisial AD (15). Dia siswa salah satu SMP swasta di Depok, kasusnya tawuran. Saat ini statusnya masih tersangka, sehingga harus ikut UN di lapas,” kata Kasi SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Rida Fachrudin, Minggu (21/04/2013).
Ia mengungkapkan, setiap subrayon sekolah dapat mengambil soal mulai pukul, Senin 22 April 2013 pukul 05.00 WIB.
“Ada enam subrayon SMP dan satu subrayon MTs. Selanjutnya sekolah penyelenggara UN mengambil ke subrayon tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Nurdin mengatakan untuk antisipasi kekurangan soal dan lembar jawaban, pihaknya sudah menyiapkan segala cara.
“Jika pun ada yang kekurangan soal atau lembar jawaban, antisipasinya bisa difotocopy. Tentunya pada saat difotocopy ada pengawalan ketat dari Disdik, Kepolisian dan petugas P3UN ( Panitia Pengawas Pelaksana UN). Namun, setiap amplop naskah ada soal cadangan,” katanya.
Untuk UN tahun ini terdapat 20 naskah ujian yang berbeda. “Satu ruangan berisi 20 anak, dengan 20 soal yang berbeda. Lembar jawaban dijadikan satu dengan soal. Nanti pada saat akan mengerjakan soal, siswa memisahkan lembar jawaban tersebut. Lembar jawaban kertasnya juga agak tipis, sehingga harus hati-hati. Ini yang kami khawatirkan, takutnya memakan waktu ujian,” jelasnya.
Dirinya berharap, meski diwarnai kendala, pelaksanaan UN berjalan lancar. “Saya berharap ini enggak berpengaruh ke siswa. Mereka tetap semangat dan fokus agar dapat lulus,” tutupnya.
Namun, ada satu siswa SMP yang ujian di lapas Pondok Rajeg, Cibinong Bogor. Sedangkan siswi yang hamil tidak ditemukan.
“Inisial AD (15). Dia siswa salah satu SMP swasta di Depok, kasusnya tawuran. Saat ini statusnya masih tersangka, sehingga harus ikut UN di lapas,” kata Kasi SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Rida Fachrudin, Minggu (21/04/2013).
Ia mengungkapkan, setiap subrayon sekolah dapat mengambil soal mulai pukul, Senin 22 April 2013 pukul 05.00 WIB.
“Ada enam subrayon SMP dan satu subrayon MTs. Selanjutnya sekolah penyelenggara UN mengambil ke subrayon tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Nurdin mengatakan untuk antisipasi kekurangan soal dan lembar jawaban, pihaknya sudah menyiapkan segala cara.
“Jika pun ada yang kekurangan soal atau lembar jawaban, antisipasinya bisa difotocopy. Tentunya pada saat difotocopy ada pengawalan ketat dari Disdik, Kepolisian dan petugas P3UN ( Panitia Pengawas Pelaksana UN). Namun, setiap amplop naskah ada soal cadangan,” katanya.
Untuk UN tahun ini terdapat 20 naskah ujian yang berbeda. “Satu ruangan berisi 20 anak, dengan 20 soal yang berbeda. Lembar jawaban dijadikan satu dengan soal. Nanti pada saat akan mengerjakan soal, siswa memisahkan lembar jawaban tersebut. Lembar jawaban kertasnya juga agak tipis, sehingga harus hati-hati. Ini yang kami khawatirkan, takutnya memakan waktu ujian,” jelasnya.
Dirinya berharap, meski diwarnai kendala, pelaksanaan UN berjalan lancar. “Saya berharap ini enggak berpengaruh ke siswa. Mereka tetap semangat dan fokus agar dapat lulus,” tutupnya.
(rsa)