Soal kurang, enam sekolah molor UN
Kamis, 18 April 2013 - 22:48 WIB
Soal kurang, enam sekolah molor UN
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Bone hari pertama, nyaris gagal disebabkan karena soal UN banyak yang tidak cukup sehingga waktu ujian terpaksa molor beberapa jam.
Penyebab keterlambatan pelaksanaan Ujian Nasional di sejumlah sekolah pada hari pertama karena naskah soal yang didistribusikan ke sekolah tidak mencukupi dan harus digandakan (foto copy) terlebih dahulu.
Sekolah yang kekurangan naskah ujian seperti di SMA Negeri 2 Watampone khususnya jurusan IPS Sosiologi sebanyak 10 ruangan yang tidak memiliki Soal UN. Sedangkan jurusan IPA Kimia terdapat 5 ruangan yang tidak ada naskah UN. Sehingga ratusan siswa terpaksa harus menunggu berjam-jam karena soal Ujian Nasional itu baru sementara difoto copy.
Kepala SMA Negeri 2 Watampone Drs Haidar mengaku kecewa dengan pelaksanaan UN tahun ini karena harus bekerja ekstra mengurusi siswa dan pengawas yang datang memantau.
"Konsekuensinya pengawas punya jadwal dan biasanya bila waktu selesai dia sudah tinggalkan tempat dan kedua adalah semangat siswa menjadi drop dan stres karena menunggu jam Ujian yang bukan pada waktunya," ujarnya, Kamis (18/4/2013).
Salah satu siswa kelas XII IPA 1, Dini Kartini saat ditemui Sindo di sekolahnya, juga mengaku sangat kecewa dan galau karena ditundanya ujian pada jam pertama itu.
"Tentu kami sangat kecewa karena sudah siap UN tiba-tiba ada informasi bahwa UN tidak ada soal dan pelaksanaannya diundur ada info ujian tdk ada jadi kami kecewa karena UN ini diundurkan sehingga ada kemungkinan rawan kecurangan dan ancaman bagi kelulusan siswa," ungkap Dini.
Kepala Bidang SMA/MA/SMK Drs.Nursalam, naskah ujian yang kurang harus digandakan dan tetap 20 paket, begitupun LJK tetap difotocopy dan hasilnya discan oleh tim khusus dari Unhas untuk disalin ulang ke lembar kerja asli.
"Ini langkah antsipasi yang dilakukan untuk mensukseskan UN ini dalam keadaan darurat seperti ini dan tingkat kerahasiaanya tetap kami jamin karena dikawal petugas dan pemantau independen dari Unhas," terang Nursalam.
Dari informasi yang dihimpun sejumlah sekolah yang terkendala soal ujian adalah SMA Negeri 1 Kajuara yang sama sekali tidak ada naskah UN, SMAN Mare, MAN 1 Watampone, SMAN Sibulue dan SMAN Amali.
Penyebab keterlambatan pelaksanaan Ujian Nasional di sejumlah sekolah pada hari pertama karena naskah soal yang didistribusikan ke sekolah tidak mencukupi dan harus digandakan (foto copy) terlebih dahulu.
Sekolah yang kekurangan naskah ujian seperti di SMA Negeri 2 Watampone khususnya jurusan IPS Sosiologi sebanyak 10 ruangan yang tidak memiliki Soal UN. Sedangkan jurusan IPA Kimia terdapat 5 ruangan yang tidak ada naskah UN. Sehingga ratusan siswa terpaksa harus menunggu berjam-jam karena soal Ujian Nasional itu baru sementara difoto copy.
Kepala SMA Negeri 2 Watampone Drs Haidar mengaku kecewa dengan pelaksanaan UN tahun ini karena harus bekerja ekstra mengurusi siswa dan pengawas yang datang memantau.
"Konsekuensinya pengawas punya jadwal dan biasanya bila waktu selesai dia sudah tinggalkan tempat dan kedua adalah semangat siswa menjadi drop dan stres karena menunggu jam Ujian yang bukan pada waktunya," ujarnya, Kamis (18/4/2013).
Salah satu siswa kelas XII IPA 1, Dini Kartini saat ditemui Sindo di sekolahnya, juga mengaku sangat kecewa dan galau karena ditundanya ujian pada jam pertama itu.
"Tentu kami sangat kecewa karena sudah siap UN tiba-tiba ada informasi bahwa UN tidak ada soal dan pelaksanaannya diundur ada info ujian tdk ada jadi kami kecewa karena UN ini diundurkan sehingga ada kemungkinan rawan kecurangan dan ancaman bagi kelulusan siswa," ungkap Dini.
Kepala Bidang SMA/MA/SMK Drs.Nursalam, naskah ujian yang kurang harus digandakan dan tetap 20 paket, begitupun LJK tetap difotocopy dan hasilnya discan oleh tim khusus dari Unhas untuk disalin ulang ke lembar kerja asli.
"Ini langkah antsipasi yang dilakukan untuk mensukseskan UN ini dalam keadaan darurat seperti ini dan tingkat kerahasiaanya tetap kami jamin karena dikawal petugas dan pemantau independen dari Unhas," terang Nursalam.
Dari informasi yang dihimpun sejumlah sekolah yang terkendala soal ujian adalah SMA Negeri 1 Kajuara yang sama sekali tidak ada naskah UN, SMAN Mare, MAN 1 Watampone, SMAN Sibulue dan SMAN Amali.
(rsa)