Ratusan rumah di Jakarta Timur terendam banjir
Kamis, 18 April 2013 - 16:02 WIB
Ratusan rumah di Jakarta Timur terendam banjir
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan rumah di tujuh kelurahan, di wilayah Jakarta Timur, terendam banjir. Tujuh kelurahan tersebut meliputi Kampung Melayu, dan Bidara Cina, di Kecamatan Jatinegara. Kemudian Kelurahan Cawang, Keramat Jati, Pinang Ranti, dan Cipinang Melayu di Kecamatan Makasar.
Terakhir, Kelurahan Kampung Gedong di Kecamatan Pasar Rebo. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 1 meter lebih. Di Kampung Pulo, sejak pukul 10.00 WIB, banjir sudah mencapai ketinggian antara 60-70 centimeter.
"Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari akibat luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian mencapai 120 cm. Sekarang sudah surut banjirnya, kira-kira 60 sampai 70 cm," ujar Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu, saat dihubungi Sindonews, Kamis (18/4/2013).
Ditambahkan dia, dari total delapan RW, hanya RW 06 saja yang tidak terendam banjir. Tujuh RW sisanya, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Meski begitu, belum ada satu pun warga yang mengungsi dan meningggalkan rumah.
"Warga yang kebanjiran tidak ada yang mengungsi. Karena, rumah mereka banyak yang sudah ditingkat. Ada juga warga yang rumahnya belum ditingkat, hanya memindahkan barang-barang di rumah tetangganya yang sudah tingkat," jelasnya.
Sementara itu, di Kelurahan Bidara Cina, luapan Kali Ciliwung membuat jalanan di RT 06/11 tergenang dengan ketinggian air sekitar 20 cm. "Air hanya menggenangi jalan, tidak sampai memasuki pemukiman warga," terang Lurah Bidara Cina, Nasrudin.
Pantauan Sindonews, di Kelurahan Pinang Ranti, luapan Kali Cipinang membuat pemukiman di RT 04, 05 dan 06 RW 07, tergenang banjir. Air setinggi sekitar 70 cm menggenangi rumah warga sejak pukul 21.00 WIB.
"Banjirnya karena Kali Cipinang meluap. Memang belum diapa-apain kalinya sama Pemprov DKI," papar Ketua RW 07, Sukirin.
Di Kelurahan Cawang, air setinggi sekitar 50 cm, juga menggenangi akses jalan pemukiman Gang Arus. Juanda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, air memasuki rumah warga sekitar pukul 20.30 WIB, kemudian secara pelahan mulai surut pada pukul 05.00 WIB.
Tak berbeda jauh, di Kelurahan Kampung Gedong, sebagian rumah warga sempat terendam air selama dua jam. Banjir tersebut diakibatkan buruknya drainase di sekitar pemukiman. "Banjirnya cuma dari jam 19.00 WIB, sampai jam 21.00 WIB, tapi bikin perabotan di rumah saya hancur," kata Junaedi (36), salah seorang warga.
Sementara itu, di Kelurahan Cipinang Melayu, banjir merendam puluhan rumah di RW 03 karena tersendatnya saluran penghubung yang seharusnya mengalirkan air ke Kali Sunter.
Terakhir, Kelurahan Kampung Gedong di Kecamatan Pasar Rebo. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 1 meter lebih. Di Kampung Pulo, sejak pukul 10.00 WIB, banjir sudah mencapai ketinggian antara 60-70 centimeter.
"Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari akibat luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian mencapai 120 cm. Sekarang sudah surut banjirnya, kira-kira 60 sampai 70 cm," ujar Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu, saat dihubungi Sindonews, Kamis (18/4/2013).
Ditambahkan dia, dari total delapan RW, hanya RW 06 saja yang tidak terendam banjir. Tujuh RW sisanya, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi. Meski begitu, belum ada satu pun warga yang mengungsi dan meningggalkan rumah.
"Warga yang kebanjiran tidak ada yang mengungsi. Karena, rumah mereka banyak yang sudah ditingkat. Ada juga warga yang rumahnya belum ditingkat, hanya memindahkan barang-barang di rumah tetangganya yang sudah tingkat," jelasnya.
Sementara itu, di Kelurahan Bidara Cina, luapan Kali Ciliwung membuat jalanan di RT 06/11 tergenang dengan ketinggian air sekitar 20 cm. "Air hanya menggenangi jalan, tidak sampai memasuki pemukiman warga," terang Lurah Bidara Cina, Nasrudin.
Pantauan Sindonews, di Kelurahan Pinang Ranti, luapan Kali Cipinang membuat pemukiman di RT 04, 05 dan 06 RW 07, tergenang banjir. Air setinggi sekitar 70 cm menggenangi rumah warga sejak pukul 21.00 WIB.
"Banjirnya karena Kali Cipinang meluap. Memang belum diapa-apain kalinya sama Pemprov DKI," papar Ketua RW 07, Sukirin.
Di Kelurahan Cawang, air setinggi sekitar 50 cm, juga menggenangi akses jalan pemukiman Gang Arus. Juanda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, air memasuki rumah warga sekitar pukul 20.30 WIB, kemudian secara pelahan mulai surut pada pukul 05.00 WIB.
Tak berbeda jauh, di Kelurahan Kampung Gedong, sebagian rumah warga sempat terendam air selama dua jam. Banjir tersebut diakibatkan buruknya drainase di sekitar pemukiman. "Banjirnya cuma dari jam 19.00 WIB, sampai jam 21.00 WIB, tapi bikin perabotan di rumah saya hancur," kata Junaedi (36), salah seorang warga.
Sementara itu, di Kelurahan Cipinang Melayu, banjir merendam puluhan rumah di RW 03 karena tersendatnya saluran penghubung yang seharusnya mengalirkan air ke Kali Sunter.
(san)