Ini alasan Ahok dukung kenaikan BBM
Rabu, 17 April 2013 - 08:23 WIB
Ini alasan Ahok dukung kenaikan BBM
A
A
A
Sindonews.com – Kebijakan Pemeirntah Pusat untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), rupanya mendapat dukungan dari Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Kendati mendukung, namun AHok sapaan akrabnya meminta kompensasi kepada Pemerintah Pusat.
Menurut Wagub, ada catatan jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, maka Pemerintah Pusat memberikan kompensasi berupa pencabutan pajak impor alat kesehatan dihilangkan.
Wagub mencontohkan, pengadaan tulang pen dan ring jantung dianggap sebagai barang mewah. Padahal, jelas-jelas alat tersebut impor dengan pajak diatas 30 persen.
"Catatan saya adalah, minta kompensasi pencabutan pajak impor alat kesehatan dihilangkan. Pajaknya diatas 30 %. Itu semua impor," paparnya.
Selain itu, dirinya meminta jaminan komoditi seperti pengadaan beras dan sembako, bisa sampai ke kelurahan dengan harga yang murah. Wagub menilai, kasihan bagi warga Jakarta yang tidak siap dengan lonjakan harga barang yang mahal.
"Jaminan transportasi komoditi. Beras sampe kelurahan. Dampak langsung sembako. Kasian orang miskin susah beli. Kalo subsidi setengah setengah itu kerasa orang yang belanja beras diatas 15 kilo. Mereka gak sanggup. Kalo yang cuma 1 kilo ga kerasa," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berniat untuk menaikan harga bbm bersubsidi. Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat telah melakukan sosialisasi terkait opsi yang ditawarkan kepada pemerintah daerah.
Menurut Wagub, ada catatan jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, maka Pemerintah Pusat memberikan kompensasi berupa pencabutan pajak impor alat kesehatan dihilangkan.
Wagub mencontohkan, pengadaan tulang pen dan ring jantung dianggap sebagai barang mewah. Padahal, jelas-jelas alat tersebut impor dengan pajak diatas 30 persen.
"Catatan saya adalah, minta kompensasi pencabutan pajak impor alat kesehatan dihilangkan. Pajaknya diatas 30 %. Itu semua impor," paparnya.
Selain itu, dirinya meminta jaminan komoditi seperti pengadaan beras dan sembako, bisa sampai ke kelurahan dengan harga yang murah. Wagub menilai, kasihan bagi warga Jakarta yang tidak siap dengan lonjakan harga barang yang mahal.
"Jaminan transportasi komoditi. Beras sampe kelurahan. Dampak langsung sembako. Kasian orang miskin susah beli. Kalo subsidi setengah setengah itu kerasa orang yang belanja beras diatas 15 kilo. Mereka gak sanggup. Kalo yang cuma 1 kilo ga kerasa," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berniat untuk menaikan harga bbm bersubsidi. Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat telah melakukan sosialisasi terkait opsi yang ditawarkan kepada pemerintah daerah.
(stb)