Lokasi banjir Demak jadi wisata dadakan

Sabtu, 13 April 2013 - 15:22 WIB
Lokasi banjir Demak...
Lokasi banjir Demak jadi wisata dadakan
A A A
Sindonews.com - Banjir yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah menjadi lokasi wisata dadakan. Ratusan orang tiap harinya mendatangi kawasan banjir yang sudah berlangsung sejak Selasa 9 April 2013 dan merendam ribuan rumah warga tersebut.

Mayoritas "wisatawan" tersebut berasal dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara. Maklum saja, lokasi banjir memang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Jepara. Namun tak sedikit warga dari Kabupaten Kudus maupun Pati dan sekitarnya yang datang ke lokasi banjir.

Salah satu tempat yang banyak dikunjungi "wisatawan" dadakan tersebut adalah jalan provinsi penghubung Semarang-Demak-Jepara yang lumpuh karena terendam air selama beberapa hari. Di lokasi ini juga ada sejumlah tempat fasilitas publik seperti sekolah, Koramil 05 Mijen, Polsek Mijen, Bank BRI, PDAM Mijen dan lain sebagainya yang terendam air dengan kedalaman berkisar antara 1 meter - 1,5 meter.

Lokasi lain yang kerap dikunjungi adalah Desa Jleper yang merupakan salah satu wilayah yang paling parah terendam air banjir.

Salah seorang warga Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Eko (30), mengatakan penasaran ingin melihat secara langsung wilayah yang terendam banjir, setelah melihat dan membaca pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik. Ia ingin membuktikan benar tidaknya pemberitaan tersebut.

"Ternyata memang benar. Kondisinya parah, akses jalan terputus, pelayanan di fasilitas publik terganggu dan rumah warga terendam air hingga tinggal kelihatan gentingnya," kata Eko, Sabtu (13/4/2013).

Berdasar pantauan, warga yang ingin melihat lokasi jalan provinsi yang terputus akibat terendam banjir tidak bisa membawa kendaraannya ke tempat tersebut. Sebab sekitar 15 meter dari lokasi, kendaraan "wisatawan" tersebut dilarang masuk dan diwajibkan parkir oleh warga sekitar. Para "wisawatan" juga harus membayar uang parkir kepada warga sekitar yang berdalih menjaga kendaraan tersebut.

"Kalau kendaraan diperbolehkan masuk bisa macet. Makanya akses jalan menuju lokasi jalur yang putus kita batasi," ujar Anto, salah seorang warga yang menjaga parkiran.
(kri)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
33 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
37 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved