Empat siswa ikuti UN di LP Cebongan

Kamis, 11 April 2013 - 16:27 WIB
Empat siswa ikuti UN...
Empat siswa ikuti UN di LP Cebongan
A A A
Sindonews.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, MA, SMK, SMP, MTs, Senin 15 April 2013 mendatang di Sleman, akan ada empat siswa yang menjalaninya di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cebongan. Meski berstatus sebagai narapidana, keempat siswa mendapat perlakuan yang sama untuk UN.

"Tahun ini ada dua siswa SMA, dan dua siswa SMP yang akan menjalani UAN di LP Cebongan, Sleman. Keempat siswa tersebut tetap mendapatkan hak yang sama seperti peserta UAN lain," jelas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (11/4/2013).

Soal dan tata cara UAN, lanjutnya, akan mengikuti mekanisme nasional. Yang membedakan hanya tempatnya saja. "Setelah dua jam, LJUN (Lembar Jawab Ujian Nasional) juga akan dibawa ke UNY untuk screaning," paparnya.

Meski berada di LP, siswa yang sedang menjalani masa hukumannya tersebut juga akan mendapat ruangan khusus. Ruangan itu juga akan dilengkapi meja dan kursi untuk menunjang kebutuhan siswa. Sementara pengamanan akan dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) dan pengawas satuan pendidikan tingkat perguruan tinggi (PT).

Khusus pengawas dari PT, UNY akan mengirimkan dosen untuk membantu pelaksanaan UN di LP. Panitia UAN juga akan melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat, baik petugas di LP Cebongan maupun polisi di Polres Sleman.

Terpisah, Kepala SMA ‘17’ Yogyakarta Suyadi mengatakan, dari 34 siswa kelas 12, ada satu siswanya yang memang sejak sebulan lalu berada di LP Cebongan, Sleman. Menjelang masa UN, sekolah berupaya mengakomodir siswa berinisal ‘W’ itu untuk menempuh ujian seperti murid lain.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia dan siswa dinyatakan bisa mengikuti UN di LP,” jelasnya.

Menurut Suyadi, keistimewaan prosedural UN untuk ‘W’ tidak terjadi. Siswa tersebut tetap harus menjalani setiap peraturan yang ditetapkan. Dikatakannya, ‘W’ merupakan putra seorang pengacara di Yogyakarta. Karena mengalami masalah dengan orang tua, ia akhirnya keluar dari rumah tanpa izin. Namun saat bersama teman-temannya, ‘W’ ditangkap oleh pihak berwenang.

“Anaknya bukan anak yang neko-neko. Dia ditahan bukan kesalahan mutlak dirinya sendiri. Anak ini pas ada saat dilakukan penangkapan oleh polisi. Saat itu, dia sedang memboncengkan temannya yang memang residivis,” katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
1 jam yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
2 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
3 jam yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
4 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
4 jam yang lalu
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
11 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved