Pemprov targetkan 4,7 juta warga DKI dapat KJS
Kamis, 04 April 2013 - 14:54 WIB
Pemprov targetkan 4,7 juta warga DKI dapat KJS
A
A
A
Sindonews.com - Terkait suksesi program Kartu Jakarta Sehat (KJS), Pemprov DKI menargetkan 4,7 juta jiwa peserta KJS. Hal itu, ditegaskan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati.
Menurutnya, dari hitungan target 4,7 juta jiwa, Pemprov DKI memastikan penanganan KJS akan menggunakan sistem 1 dokter keluarga yang bertugas menangani 2500 peserta KJS yang di rumah sakit dan Puskesmas.
"4,7 juta jiwa, kemudian 1 dokter keluarga itu sekitar 2500, terus nanti dapat hitungan itu," ujar Dien, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Diluar itu, program KJS yang sudah terlaksana saat ini, akan dicoba terlebih dahulu hingga satu bulan kedepan sebelum dilakukan evaluasi pada bulan berikutnya.
"Dalam satu bulan dicoba dulu. Kita mantapkan dulu , nanti bulan kedua kita evaluasi," papar Dien.
Selain itu, nantinya dokter yang bertugas menangani peserta KJS merupakan dokter di Jakarta yang sudah memiliki ijin kompetensi dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemprov DKI tinggal menggunakan dokter tersebut dari IDI.
"Dokter di DKI yang punya ijin serta kompetensi. Nah kompetensi yang ngeset dari IDI. Jadi kita hanya gunakan saja disana," jelasnya.
Bukan itu saja, Dien lebih jauh menjelaskan, prioritas peserta KJS akan dikonsentrasikan di daerah yang kumuh dan miskin seperti di daerah Pademangan, Cilincing dan Tanjung Priuk.
"Daerah kumuh miskin itu prioritas kita. Misalnya disini di Pademangan, Cilincing, Tanjung Priok. Itu akan jadi prioritas," imbuhnya.
Seperti diberitakan, program KJS merupakan salah satu program unggulan di bidang pelayanan kesehatan warga Jakarta atas inisiasi duet Jakarta Baru, Jokowi-Ahok.
Menurutnya, dari hitungan target 4,7 juta jiwa, Pemprov DKI memastikan penanganan KJS akan menggunakan sistem 1 dokter keluarga yang bertugas menangani 2500 peserta KJS yang di rumah sakit dan Puskesmas.
"4,7 juta jiwa, kemudian 1 dokter keluarga itu sekitar 2500, terus nanti dapat hitungan itu," ujar Dien, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Diluar itu, program KJS yang sudah terlaksana saat ini, akan dicoba terlebih dahulu hingga satu bulan kedepan sebelum dilakukan evaluasi pada bulan berikutnya.
"Dalam satu bulan dicoba dulu. Kita mantapkan dulu , nanti bulan kedua kita evaluasi," papar Dien.
Selain itu, nantinya dokter yang bertugas menangani peserta KJS merupakan dokter di Jakarta yang sudah memiliki ijin kompetensi dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemprov DKI tinggal menggunakan dokter tersebut dari IDI.
"Dokter di DKI yang punya ijin serta kompetensi. Nah kompetensi yang ngeset dari IDI. Jadi kita hanya gunakan saja disana," jelasnya.
Bukan itu saja, Dien lebih jauh menjelaskan, prioritas peserta KJS akan dikonsentrasikan di daerah yang kumuh dan miskin seperti di daerah Pademangan, Cilincing dan Tanjung Priuk.
"Daerah kumuh miskin itu prioritas kita. Misalnya disini di Pademangan, Cilincing, Tanjung Priok. Itu akan jadi prioritas," imbuhnya.
Seperti diberitakan, program KJS merupakan salah satu program unggulan di bidang pelayanan kesehatan warga Jakarta atas inisiasi duet Jakarta Baru, Jokowi-Ahok.
(stb)