Penuhi air bersih warga Jakarta, Jokowi kewalahan
Senin, 01 April 2013 - 18:47 WIB
Penuhi air bersih warga Jakarta, Jokowi kewalahan
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pasokan air bersih dari Jati Luhur ke Kanal Barat sangat kurang memenuhi kebutuhan warga Jakarta.
"Harus cepat-cepat diusahakan tambahan. Yang sekarang ini kan dari mana, Jatiluhur lewat Kanal Barat. Kita pakai itu baru 18.000 liter per detik kurang, harusnya untuk Jakarta itu tambah 5.000 lagi, sehingga harus dikejar. Baru tadi pagi bicara itu," ujar Jokowi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/4/2013).
Lebih lanjut, Jokowi menyadari, anggaran untuk melakukan penambahan air bersih bagi warga Jakarta belum dialokasikan di tahun 2013. Padahal, penyediaan air itu akan dikejar untuk 2015 agar bisa selesai. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Tetapi memamg belum dianggarkan 2013. Padahal kita mau ngejar 2015, sehingga nanti diperubahan, harus dipasang. Ya, kita nanti dengan PU, kerjasama dengan yang lain, tapi kita ini kan menyiapkan, bukan water treatmennya," paparnya.
Namun begitu, Jokowi mengakui adanya keterlambatan untuk menyediakan air bersih bagi warga Jakarta. Namun, sekalipun kewalahan, dirinya sedang mengusahakan agar pertengahan tahun ini sudah bisa dilaksanakan dan target tambahan 5.000 liter per detik bisa dicapai pada 2015 mendatang.
"Tapi, yang jelas kita ini sangat terlambat mengantisipasi itu, saya yang ngejarnya ini yang kewalahan. Tapi, ini lah kita usahakan nanti pertengahan tahun ini akan kita segera laksanakan. Tahun 2015 yang 5.000 itu bener-bener ada," imbuhnya.
"Harus cepat-cepat diusahakan tambahan. Yang sekarang ini kan dari mana, Jatiluhur lewat Kanal Barat. Kita pakai itu baru 18.000 liter per detik kurang, harusnya untuk Jakarta itu tambah 5.000 lagi, sehingga harus dikejar. Baru tadi pagi bicara itu," ujar Jokowi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/4/2013).
Lebih lanjut, Jokowi menyadari, anggaran untuk melakukan penambahan air bersih bagi warga Jakarta belum dialokasikan di tahun 2013. Padahal, penyediaan air itu akan dikejar untuk 2015 agar bisa selesai. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Tetapi memamg belum dianggarkan 2013. Padahal kita mau ngejar 2015, sehingga nanti diperubahan, harus dipasang. Ya, kita nanti dengan PU, kerjasama dengan yang lain, tapi kita ini kan menyiapkan, bukan water treatmennya," paparnya.
Namun begitu, Jokowi mengakui adanya keterlambatan untuk menyediakan air bersih bagi warga Jakarta. Namun, sekalipun kewalahan, dirinya sedang mengusahakan agar pertengahan tahun ini sudah bisa dilaksanakan dan target tambahan 5.000 liter per detik bisa dicapai pada 2015 mendatang.
"Tapi, yang jelas kita ini sangat terlambat mengantisipasi itu, saya yang ngejarnya ini yang kewalahan. Tapi, ini lah kita usahakan nanti pertengahan tahun ini akan kita segera laksanakan. Tahun 2015 yang 5.000 itu bener-bener ada," imbuhnya.
(san)