Belum cukup usia, 3 pelajar heroik tidak jadi dapat motor
Senin, 27 Mei 2013 - 14:39 WIB
Belum cukup usia, 3 pelajar heroik tidak jadi dapat motor
A
A
A
Sindonews.com - Dikarenakan belum cukup umur untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM), Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) tidak jadi memberikan sepeda motor kepada Azis, (15), Abdurahman (13) dan Ilham (13), tiga pelajar heroik yang berhasil menggagalkan aksi perkosaan.
"Karena mereka belum boleh dapat SIM, khawatir melanggar Undang-Undang. Sehingga, tidak jadi berikan motor. Tapi saya hanya berikan penghargaan Rp10 juta kepada masing-masing pelajar ini," kata RY usai memberikan penghargaan di Pendopo Bupati Bogor, Senin (27/5/2013).
Lebih lanjut ia berharap, dengan aksi tiga remaja asal Kampung Pondok Menteng, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini dapat dijadikan contoh oleh pelajar lain.
"Saya berpesan jangan merusak prestasi yang kalian buat sendiri. Apa yang telah kalian perbuat patut dicontoh oleh yang lain," kata RY.
Meski demikian pihaknya tetap meminta kepada pihak keluarga, sekolah, aparat kelurahan, kecamatan dan kepolisian untuk melindungi para pelajar.
"Karena saya yakin akibat aksinya yang berhasil menyelamatkan seorang gadis remaja dari perkosaan, dan terkesan heroik ada saja yang tidak suka, khususnya para pelaku kejahatan," katanya.
Sekadar diketahui, tiga pelajar heroik ini berhasil menolong seorang perempuan berinisial PA (13), dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan AS (16) tukang ojek asal Cimande, Caringin di kawasan Perkebunan Pinus, Desa Cileungsi, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (20/5/2013) lalu.
Karena perbuatan mulianya, ketiganya banyak menerima penghargaan, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor.
"Karena mereka belum boleh dapat SIM, khawatir melanggar Undang-Undang. Sehingga, tidak jadi berikan motor. Tapi saya hanya berikan penghargaan Rp10 juta kepada masing-masing pelajar ini," kata RY usai memberikan penghargaan di Pendopo Bupati Bogor, Senin (27/5/2013).
Lebih lanjut ia berharap, dengan aksi tiga remaja asal Kampung Pondok Menteng, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini dapat dijadikan contoh oleh pelajar lain.
"Saya berpesan jangan merusak prestasi yang kalian buat sendiri. Apa yang telah kalian perbuat patut dicontoh oleh yang lain," kata RY.
Meski demikian pihaknya tetap meminta kepada pihak keluarga, sekolah, aparat kelurahan, kecamatan dan kepolisian untuk melindungi para pelajar.
"Karena saya yakin akibat aksinya yang berhasil menyelamatkan seorang gadis remaja dari perkosaan, dan terkesan heroik ada saja yang tidak suka, khususnya para pelaku kejahatan," katanya.
Sekadar diketahui, tiga pelajar heroik ini berhasil menolong seorang perempuan berinisial PA (13), dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan AS (16) tukang ojek asal Cimande, Caringin di kawasan Perkebunan Pinus, Desa Cileungsi, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (20/5/2013) lalu.
Karena perbuatan mulianya, ketiganya banyak menerima penghargaan, mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor.
(stb)