1 April, KRL Non-AC Serpong-Bekasi raib

Selasa, 26 Maret 2013 - 23:17 WIB
1 April, KRL Non-AC...
1 April, KRL Non-AC Serpong-Bekasi raib
A A A
Sindonews. com - Dihapusya operasional Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Non-AC, litasan Serpong-Bekasi, per 1 April 2013 mendatang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuai banyak protes dari pelanggan kereta tersebut. Padahal, untuk mengganti KRL Non-AC, PT KAI akan menggantinya dengan KRL AC Commuter Line.

Kepala Staisun Serpong, Satria Gunada mengatakan, pihaknya telah medapatkan edaran PT KAI soal jadwal baru perjalanan KRL, yang akan diberlakukan mulai 1 April 2013.

“Dalam jadwal baru dinyatakan, KRL Non-AC akan dihilangkan, dan diganti dengan dua rangkaian KRL AC Commuter Line baru, untuk lintas Bekasi dan 2 rangkaian KRL AC Commuter Line baru untuk lintas Serpong,” katanya, Selasa (26/3/2013).

Mengacu pada surat edaran itu, tutur Satria, tidak dioperasikannya KRL Non-AC pada lintas Bekasi, dan Serpong juga ditujukan untuk peningkatan pelayanan kepada penumpang. Kondisi KRL yang sudah tidak layak guna sangat berbahaya, dan beresiko tinggi pada keselamatan dan keamananan penumpang pada perjalanan kereta api.

“Banyaknya gangguan yang terjadi pada KRL Non-AC tersebut juga kerap mengganggu kenyamanan perjalanan KRL secara keseluruhan dan sangat berdampak pada pelayanan KRL untuk penumpang. Makanya, dilakukan pergantian kereta guna perbaikan pelayanan,” singkatnya.

Sementara itu, pelanggan KRL Non-AC tidak sepedapat dengan rencana PT KAI. Konsumen berpadat, keputusan PT KAI menghentikan operasional KRL Non-AC dianggap merugikan. Makanya, ribuan pelanggan akan mengancam melakukan aksi besar-besaran.

Para konsumen juga menganggap, keputusan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dianggap tidak memberikan kesempatan kepada warga tidak mampu untuk mengunakan kereta murah.

“Kebijakan PT KAI yang akan menghentikanpengoperasian KRL non AC, sejak 1 April 2013, akan memberikan kesenjangan kepada penumpang transportasi kereta ekonomi,” kata Martha Risca, juru bicara KRL Mania Lintas Serpong.

PT KAI harusnya mempertimbangkan keputusan tersebut. Karena langkah perusahaan plat merah itu dinilai tidak memberikan solusi bagi penumpang kereta ekonomi lintas Serpong yang harganya tiketnya lebih murah.

“Kami menolak tegas rencana penghentikan KRL Non-AC lintas Serpong. Kereta ekonomi masih dibutuhkan penumpang dari Tangerang," ungkapnya.

Dengan peniadaan kereta murah meriah itu, lanjut Martha, tentu memaksa penumpang kereta api ekonomi untuk beralih naik kereta Commuter Line yang mana harga tiket-nya lebih mahal. Karena harga tiket KRL Non-AC atau kereta ekonomi sekitar Rp1500 per penumpang, tapi ongkos KRL Commuter Line harga tiket sekitar Rp8 ribu.

“Padahal lebih banyak litasan kereta ekonomi dibanding Kommunter Line. Jelas ini tidak berpihak pada rakyat kecil,” pungkasnya.
(stb)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Viral! Promo Undang...
Viral! Promo Undang Warga Amerika Serikat Berlibur ke Afghanistan
Tentara Seksi Amerika...
Tentara Seksi Amerika Serikat Ini Tewas Bunuh Diri
Berita Terkini
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
42 menit yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
1 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
1 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
2 jam yang lalu
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
3 jam yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
4 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved