BNN klaim selamatkan 18.000 masyarakat dari narkoba
Jum'at, 22 Maret 2013 - 22:04 WIB
BNN klaim selamatkan 18.000 masyarakat dari narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan berbagai jenis narkoba. Di antaranya 16.396 butir ekstasi, 435,6 gram shabu-shabu. Dari barang bukti yang dimusnahkan, BNN mengklaim telah menyelamatkan 18.000 masyarakat Indonesia.
Kabag Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan beberapa kasus. Selain dimusnahkan, BNN juga menyimpan barang bukti tersebut untuk kepentingan pengadilan, iptek dan laboratorium. Untuk pengadilan barang bukti akan dihadirkan jika hakim memerlukan. Sementara untuk kepentingan laboratorium dan iptek lebih kepada penelitian.
Salah satu penelitian tersebut antara lain untuk mengajar anjing agar bisa mengendus narkoba. Apalagi saat ini banyak ditemukan narkoba jenis baru. "Di jepang ditemukan 50 jenis narkoba baru sementara itu di dunia ada sekitar 200 jenis narkoba baru," tuturnya saat memusnahkan barang bukti narkoba, di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2013).
Dia mengatakan, kasus peredaran narkoba di Inonesia semakin marak. Untuk melakukan transaksi ini para pengedarpun semakin lihai. Salah satu cara yang kerap dilakukan dan terbilang aman adalah melalui jasa pengiriman barang. Modus yang dilakukan adalah, pemilik barang mengirimkan narkoba ke alamat yang tidak dikenal di sertakan nomor telepon.
Kemudian di tempat tujuan sudah ada orang yang mengamati pengantaran barang tersebut. Jika dianggap aman maka barang akan diambil. Namun jika dirasa tidak aman akan ditinggalkan.
"Dalam seminggu ini sudah ada lima kasus narkoba dengan menggunakan jasa pengiriman, dan tidak satupun ditemui pemiliknya," tuturnya.
Kabag Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan beberapa kasus. Selain dimusnahkan, BNN juga menyimpan barang bukti tersebut untuk kepentingan pengadilan, iptek dan laboratorium. Untuk pengadilan barang bukti akan dihadirkan jika hakim memerlukan. Sementara untuk kepentingan laboratorium dan iptek lebih kepada penelitian.
Salah satu penelitian tersebut antara lain untuk mengajar anjing agar bisa mengendus narkoba. Apalagi saat ini banyak ditemukan narkoba jenis baru. "Di jepang ditemukan 50 jenis narkoba baru sementara itu di dunia ada sekitar 200 jenis narkoba baru," tuturnya saat memusnahkan barang bukti narkoba, di BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2013).
Dia mengatakan, kasus peredaran narkoba di Inonesia semakin marak. Untuk melakukan transaksi ini para pengedarpun semakin lihai. Salah satu cara yang kerap dilakukan dan terbilang aman adalah melalui jasa pengiriman barang. Modus yang dilakukan adalah, pemilik barang mengirimkan narkoba ke alamat yang tidak dikenal di sertakan nomor telepon.
Kemudian di tempat tujuan sudah ada orang yang mengamati pengantaran barang tersebut. Jika dianggap aman maka barang akan diambil. Namun jika dirasa tidak aman akan ditinggalkan.
"Dalam seminggu ini sudah ada lima kasus narkoba dengan menggunakan jasa pengiriman, dan tidak satupun ditemui pemiliknya," tuturnya.
(mhd)