Warga anggap penataan kawasan Pengkolan mubazir

Kamis, 21 Maret 2013 - 16:44 WIB
Warga anggap penataan...
Warga anggap penataan kawasan Pengkolan mubazir
A A A
Sindonews.com - Rencana penataan kawasan Pengkolan di Jalan Ahmad Yani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut ditentang warga. Warga menolak rencana pemasangan paving block di badan Jalan Ahmad Yani karena dianggap mubazir.

Seorang pemilik toko di kawasan Pengkolan, Arfan Yanis (50), mengaku khawatir bila paving block dipasang di ruas jalan. Kekhawatiran ini dipicu oleh pengalaman serupa seperti yang terjadi di Jalan Braga Bandung.

“Di Jalan Braga, ruas jalannya menggunakan batu atau paving block. Namun lihat, sampai sekarang kondisinya rusak terus. Setelah diperbaiki, rusak lagi. Nanti malah mubazir dan membuang-buang anggaran,” kata Arfan Kamis (21/3/2013).

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, pemerintah akan memasang paving block bercorak batik garut atau ikon-ikon khas Garut lainnya. Namun, berkaca pada pengalaman di Jalan Braga, pembangunan itu tidak akan bermanfaat banyak untuk estetika.

“Besaran anggaran pembangunan paving block di jalan protokol ini sebesar Rp2,7 miliar. Jelas membuang-buang anggaran. Tentu saja, akan diikuti oleh mahalnya biaya pemeliharaan,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan seorang pedagang kaki lima, Wahyu (33). Dirinya menyayangkan jika anggaran dihamburkan untuk membangun paving block di Kawasan Pengkolan.

"Saya malah bingung, yang dipaving block itu trotoar atau jalan. Tapi, dua-duanya masih bagus dan tidak usah direhab. Saya baru dengar dari orang-orang saja, tidak ada sosiallisasi resmi," kata Wahyu.

Terpisah, Asisten Daerah Bidang Perekonomian Edy Muharram mengatakan, rencana revitalisasi dan penataan Kawasan Pengkolan dalam tahap menunggu kesiapan warga dan para pemilik toko. Saat ini, kata dia, pemerintah masih melakukan sosialisasi.

"Kita harus menyamakan presepsi antara warga, pemilik toko, dan PKL, di Pengkolan. Sosialisasi sedang gencar dilakukan. Rencananya, jika tidak ada hambatan, revitalisasi dilakukan April mendatang," tukas Edy.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
5 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
5 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
5 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
6 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
8 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved