Pemkot ngutang, kontraktor 'sandera' mobil dinas

Senin, 18 Maret 2013 - 21:42 WIB
Pemkot ngutang, kontraktor...
Pemkot ngutang, kontraktor 'sandera' mobil dinas
A A A
Sindonews.com - Terkait masalah hutang yang tak kunjung dibayar, kontraktor akhirnya menyita satu unit minibus milik Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Lingkungan Hidup (KPLH) Sibolga. Namun, Dinas KPLH Sibolga tetap ngotot tidak mau melunasi hutangnya.

Pukka Sitompul, pengusaha jasa kontruksi terpaksa menahan satu unit mobil jenis mini bus kijang sejak tahun 2011. Alasan penahanan soal pembiayaan perawatan yang belum dilunasi oleh Dinas KPLH.

Pukka Sitompul mengatakan, pihak pemerintah melalui Kepala Dinas (Kadis) KPLH sebelumnya Sanggaraja Sitompul telah melakukan pembayaran tahap pertama sebesar Rp35juta dari total Rp85 juta. Pembayaran dilakukan paska pekerjaan perawatan mobil tambah satu unit beko loder.

"Namun pembayaran tahap II sebesar Rp50 juta terhenti sejak pergantian Kadis KPLH Sanggaraja Sitompul ke Kadis KPLH sekarang Tumbur Harahap," ungkap Pukka kepada SINDO, Senin (18/3/2013).

Dia mengaku telah mendatangi dan menyampaikan permasalahan ini ke Kadis KPLH SIbolga, Tumbur Haharap, namun tak kunjung menemukan titik terang.

Dia mengatakan, dirinya siap bila mendapat gugatan dari Pemkot Sibolga atas upaya penggelapan aset pemerintah. Namun ungkap Pukka, sebelum Pemkot melaporkannya, dia terlebih dahulu yang akan melapor ke pihak yang berwajib.

"Dalam waktu dekat ini saya akan melapor, karena ini soal pembayaran yang belum selesai," tukasnya.

Sementara itu, Kadis KPLH Sibolga Tumbur Harahap menegaskan, pihaknya tidak akan membayarkan biaya perawatan mobil dinas tersebut karena biaya yang dikeluarkan ternyata lebih mahal ketimbang membeli mobil bekas.

“Kita harus mempertanyakan, harga riil untuk pembiayaan perawatan mobil dinas itu, apa saja yang rusak, apa saja yang diganti, semuanya harus dapat dibuktikan secara detail. Jadi tidak bisa, hanya bilang sekian juta, kemudian langsung dibayar. Pembiayaan itu ada etikanya,” tutur Tumbur.

Tumbur membenarkan, saat itu, dia belum menjabat sebagai Kadis KPLH Sibolga, namun pun demikian jika dana perawatan mobil dinas tersebut harus dibayarkan, maka semuanya harus bisa dijelaskan dan dibuktikan secara transparan dan mendetail.

“Semua mata anggaran yang kita kelola harus ada pertanggungjawabannya, kalau tidak bisa kita rincikan dana tersebut untuk apa saja, tentunya akan berbahaya,” tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
13 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
14 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
14 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
14 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
15 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved