Ahok akan selidiki rumah sakit yang tarik biaya
Senin, 18 Maret 2013 - 12:37 WIB
Ahok akan selidiki rumah sakit yang tarik biaya
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Gubenrur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan melakukan investigasi terkait rumah sakit (RS) yang menarik biaya bagi pasien Kartu jakarta Sehat (KJS) atau miskin.
Ahok juga mengaku, akan teliti dan mencermati terhadap vonis yang akan diberikan kepada pihak RS, yang melakukan penarikan biaya terhadap pasien KJS. Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga, tidak mau terburu-buru, dan masih ingin mencari tahu RS mana yang melakukan itu.
"Ya, kami akan mencari tahu dulu. Nanti ketahuan rumah sakit mana yang nakal yang tidak," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (18/3/2013).
Kendati demikian, Ahok menegaskan, jika nantinya memang ada pihak RS yang masih menarik biaya pasien KJS, dirinya tidak segan-segan untuk memberi sanksi dengan mencabut ijin operasionalnya.
Selain itu, dirinya akan melaporkan RS tersebut kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi Asosiasi RS Swasta.
"Kita kenakan sanksi. Bisa ijin operasionalnya dicabut, kita bisa laporkan pada IDI, bisa laporkan ke organisasi asosiasi rumah sakit swasta," jelas Ahok.
Dia menambahkan, untungnya pihak Pemprov DKI telah menerapkan uji coba program KJS dari November lalu, sehingga sekarang sudah bisa dilakukan evaluasi pelaksanaa program tersebut.
Diluar itu, Ahok mengaku kecewa, karena program KJS sudah bisa dilaksanakan pada bulan Februari atau Maret. Tapi, karena alasan keterlambatan APBD, maka program tersebut harus mundur hingga April mendatang.
"Kami belum jalan, karena keterlambatan APBD. Tapi, kami perkirakan waktu itu Februari Maret sudah jalan, ternyata ada keterlambatan APBD," tegasnya.
Ahok juga mengaku, akan teliti dan mencermati terhadap vonis yang akan diberikan kepada pihak RS, yang melakukan penarikan biaya terhadap pasien KJS. Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga, tidak mau terburu-buru, dan masih ingin mencari tahu RS mana yang melakukan itu.
"Ya, kami akan mencari tahu dulu. Nanti ketahuan rumah sakit mana yang nakal yang tidak," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (18/3/2013).
Kendati demikian, Ahok menegaskan, jika nantinya memang ada pihak RS yang masih menarik biaya pasien KJS, dirinya tidak segan-segan untuk memberi sanksi dengan mencabut ijin operasionalnya.
Selain itu, dirinya akan melaporkan RS tersebut kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan organisasi Asosiasi RS Swasta.
"Kita kenakan sanksi. Bisa ijin operasionalnya dicabut, kita bisa laporkan pada IDI, bisa laporkan ke organisasi asosiasi rumah sakit swasta," jelas Ahok.
Dia menambahkan, untungnya pihak Pemprov DKI telah menerapkan uji coba program KJS dari November lalu, sehingga sekarang sudah bisa dilakukan evaluasi pelaksanaa program tersebut.
Diluar itu, Ahok mengaku kecewa, karena program KJS sudah bisa dilaksanakan pada bulan Februari atau Maret. Tapi, karena alasan keterlambatan APBD, maka program tersebut harus mundur hingga April mendatang.
"Kami belum jalan, karena keterlambatan APBD. Tapi, kami perkirakan waktu itu Februari Maret sudah jalan, ternyata ada keterlambatan APBD," tegasnya.
(stb)