Lalai, RPJMD tak singgung air bersih di Jakarta

Jum'at, 15 Maret 2013 - 09:05 WIB
Lalai, RPJMD tak singgung...
Lalai, RPJMD tak singgung air bersih di Jakarta
A A A
Sindonews.com - Panjangnya pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI antara Pemprov DKI dan DPRD DKI beberapa waktu lalu, ternyata tak menyentuh sedikitpun klausul pembahasan soal pengolahan air, termasuk pengolahan air di Waduk Jatiluhur.

Padahal, air merupakan sumber kehidupan paling penting bagi masyarakat Jakarta. Entah karena faktor lalai, atau menganggap tidak terlalu penting, sehingga Pemprov DKI dan DPRD DKI meloloskan begitu saja pembahasan mengenai pengolahan air.

Namun begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya pendapat lain. Menurutnya, untuk mengolah air membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan, dirinya memprediksi bisa mencapai 5 tahun.

Ditambahkan dia, pengolahan air limbah misalkan, setidaknya dibutuhkan dana mencapai Rp85 triliun. kewajiban pengolahan air berikut dananya masih perlu di koordinasikan dengan pemerintah pusat, karena dana sebesar itu berada di pihak pemerintah pusat.

"Itu sebenarnya penting, tapi kita masih terbelit. Kita bicara dana kita butuh Rp85 triliun, semuanya ada di pusat," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis 14 Maret 2013.

Terkait pengolahan air limbah di Jakarta, Ahok mengatakan, untuk melakukan reklamasi air di pulau saja membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ancol contohnya. Sebelum berubah bentuk menjadi tempat rekreasi yang indah, maka terlebih dahulu dilakukan pengedukan lumpur-lumpur di dasar sungai.

"Kita mengeduk reklamasi pulau saja menjadi air baku kita harus mengeduk lumpur-lumpur di sungai. Lima tahun baru bisa mulai seperti di Ancol," beber Ahok.

Namun begitu, ayah tiga anak itu mengatakan, Pemprov DKI siap mengolah air di Waduk Jatiluhur menjadi air baku, atau air yang banyak manfaat. Persoalannya adalah, Pemprov DKI masih terbelit masalah dengan pihak Palyja, sebagai operator air bersih di Jakarta yang notabene mitra Perusahaan Air Mineral (PAM) Jaya di periode Pemprov DKI sebelumnya.

"Tapi kita masih terbelit dengan Palyja itu tadi, dan transfer pusat dari Jatiluhur kalau kita bicara ipal kita butuh Rp85 triliun," imbuhnya.
(san)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
5 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
5 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
5 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
7 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
9 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved