Ahok tukar izin RS dengan kerjasama KJS
Selasa, 12 Maret 2013 - 08:12 WIB
Ahok tukar izin RS dengan kerjasama KJS
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memanggil semua rumah sakit swasta yang ada di ibu kota, guna mensukseskan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang mulai efektif dijalankan pada 1 April 2013.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengatakan, PT Askes baru siap dan mengefektifkan KJS pada bulan itu sesuai dengan kesepakatan kontrak yang sudah dibuat antara Pemprov DKI sebulan yang lalu.
"Makanya kita baru mulai efektif kan per 1 April. Mulai terpasang dengan PT Askes kan, mulai 1 April besok jalan," ujar Ahok, kepada Sindonews, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin 11 Maret 2013.
Setelah dilakukan pemanggilan dan sosialisasi KJS kepada seluruh rumah sakit swasta, Ahok beharap rumah sakit swasta di Jakarta bisa menerima seluruh pasien pemegang KJS.
"Secara kontrak, kita harap Jamkesda tidak ada oknum, dinkes tidak ada oknum untuk mempersulit. Nanti RS swasta kita yang panggil seluruh Jakarta. Mereka kan mau dapat izin kita, ya mari kita kerjasama kelas 3," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok pernah mengeluarkan peringatan keras bagi RS swasta yang mempersulit program KJS. Peringatan keras itu berbentuk pencabutan surat izin RS yang tidak mau diajak bekerjasama dalam mensukseskan KJS.
Dia juga meminta RS swasta di Jakarta jangan hanya mencari keuntungan semata. Baginya, tidak bisa RS mengambil keuntungan dari pasien kelas tiga. Seandainya RS berharap keuntungan, Ahok mempersilahkan mencari keuntungan di pasien kelas II, kelas I, kelas VIP dan kelas VVIP.
"Anda jangan curi uang lagi di kelas 3, bukan curi uang lah, tapi jangan nyari untung di kelas 3. Kelas 2, kelas 1, VIP dan VVIP silahkan," imbuhnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengatakan, PT Askes baru siap dan mengefektifkan KJS pada bulan itu sesuai dengan kesepakatan kontrak yang sudah dibuat antara Pemprov DKI sebulan yang lalu.
"Makanya kita baru mulai efektif kan per 1 April. Mulai terpasang dengan PT Askes kan, mulai 1 April besok jalan," ujar Ahok, kepada Sindonews, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin 11 Maret 2013.
Setelah dilakukan pemanggilan dan sosialisasi KJS kepada seluruh rumah sakit swasta, Ahok beharap rumah sakit swasta di Jakarta bisa menerima seluruh pasien pemegang KJS.
"Secara kontrak, kita harap Jamkesda tidak ada oknum, dinkes tidak ada oknum untuk mempersulit. Nanti RS swasta kita yang panggil seluruh Jakarta. Mereka kan mau dapat izin kita, ya mari kita kerjasama kelas 3," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok pernah mengeluarkan peringatan keras bagi RS swasta yang mempersulit program KJS. Peringatan keras itu berbentuk pencabutan surat izin RS yang tidak mau diajak bekerjasama dalam mensukseskan KJS.
Dia juga meminta RS swasta di Jakarta jangan hanya mencari keuntungan semata. Baginya, tidak bisa RS mengambil keuntungan dari pasien kelas tiga. Seandainya RS berharap keuntungan, Ahok mempersilahkan mencari keuntungan di pasien kelas II, kelas I, kelas VIP dan kelas VVIP.
"Anda jangan curi uang lagi di kelas 3, bukan curi uang lah, tapi jangan nyari untung di kelas 3. Kelas 2, kelas 1, VIP dan VVIP silahkan," imbuhnya.
(san)