Begini cara Ahok lawan premanisme di Jakarta

Senin, 11 Maret 2013 - 13:48 WIB
Begini cara Ahok lawan...
Begini cara Ahok lawan premanisme di Jakarta
A A A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, banyaknya aksi premanisme di Jakarta karena tingginya angka pengangguran. Dari itu, rencananya Pemprov DKI akan mengupayakan sebanyak mungkin lowongan pekerjaan bagi warga Jakarta yang menganggur.

"Premanisme itu ada karena banyak yang nganggur. Makanya, kita mau buka lowongan sebanyak-banyaknya buat mereka. Lawan dengan pekerjaan, makanya kita butuh banyak pasar biar mereka juga bisa kerja," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta (11/3/2013).

Saat ditanya detailnya seperti apa, Ahok menjelaskan, nantinya angka pengangguran di Jakarta bisa dikurangi dengan mendeteksi dini berapa angka pengangguran sementara di Jakarta, dan berapa jumlah calon pengangguran di Jakarta.

Dari data tersebut, dia melanjutkan, Pemprov DKI akan menginventarisir kasus per kasus dari setiap angka pengangguran dan masalahnya. "Setiap orang kan berbeda masalahnya. Ada yang nganggur karena latar belakang pendidikan, masih cari kerja, begitu juga anak-anak jalanan. Macam-macam lah masalahnya," terangnya.

Selanjutnya, Ahok mencontohkan secara sederhana, untuk pekerjaan sopir angkot, banyak dari mereka akhirnya menjadi sopir tembak lantaran tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Banyak dari mereka yang kurang terlatih sehingga sulit di terima perusahaan taksi. Padahal, banyak perusahaan taksi yang membutuhkan jasa sopir.

"Paling sederhananya soal sopir saja. Banyak sopir merasa enggak punya kerjaan jadi sopir tembak. Cuma gara-gara enggak punya sim atau gak terlatih. Sementara perusahaan taksi kekurangan sopir. Itu taksi semua dari Jawa loh nyari sopir taksi, Jateng, Jatim, dan lain-lain. Sedangkan di sini banyak sopir enggak punya, sampe musti ngantri, jadi sopir tembak," jelasnya.

Seperti di beritakan sebelumnya, kejahatan premanisme di Jakarta meningkat sejak tahun 2011 hingga tahun 2012. Presentasi kenaikannya mencapai 19,85 persen, dari 82 kasus seperti kasus pengancaman dan perampasan.
(san)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
5 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
31 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved