KJS belum maksimal, Jokowi akui itu
Minggu, 10 Maret 2013 - 16:13 WIB
KJS belum maksimal, Jokowi akui itu
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyadari program Kartu Jakarta Sehat (KJS) masih belum maksimal dan memiliki banyak kekurangan. Pemprov DKI tidak akan menutup-nutupi kekurangan program yang baru berjalan sekitar kurang dari dua bulan itu.
Kekurangan tersebut, yakni ketidaksiapan pihak rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menerima pasien KJS yang ternyata sangat membludak. Belum lagi mengenai fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang belum memadai untuk menerima pasien KJS.
Membludaknya pasien, dan fasilitas yang belum memadai, membuat pihak rumah sakit dan puskesmas hingga harus menolak pasien KJS.
"Iya, memang realitasnya masih ada yang kayak gitu, saya enggak mau tutup-tutupi, memang persoalannya pasien banyak sekali dirumah sakit. Pokoknya, kita mau cepat-cepat diperbaiki," ucap Jokowi usai menghadiri acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan untuk Taufik Kiemas, di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (10/3/2013).
Namun Jokowi optimistis, program yang dicanangkannya bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa bulan lalu, bisa berjalan dengan baik.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta sengaja memberikan KJS agar warga yang dianggap kurang mampu di Jakarta dapat memperoleh kemudahan berobat.
"Bayangkan jika enggak ada Kartu Jakarta Sehat, berapa ribu yang akan kejadian seperti itu," ucapnya.
Kekurangan tersebut, yakni ketidaksiapan pihak rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menerima pasien KJS yang ternyata sangat membludak. Belum lagi mengenai fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang belum memadai untuk menerima pasien KJS.
Membludaknya pasien, dan fasilitas yang belum memadai, membuat pihak rumah sakit dan puskesmas hingga harus menolak pasien KJS.
"Iya, memang realitasnya masih ada yang kayak gitu, saya enggak mau tutup-tutupi, memang persoalannya pasien banyak sekali dirumah sakit. Pokoknya, kita mau cepat-cepat diperbaiki," ucap Jokowi usai menghadiri acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan untuk Taufik Kiemas, di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (10/3/2013).
Namun Jokowi optimistis, program yang dicanangkannya bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa bulan lalu, bisa berjalan dengan baik.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta sengaja memberikan KJS agar warga yang dianggap kurang mampu di Jakarta dapat memperoleh kemudahan berobat.
"Bayangkan jika enggak ada Kartu Jakarta Sehat, berapa ribu yang akan kejadian seperti itu," ucapnya.
(hyk)