Sawah kering, petani tuding ada permainan

Selasa, 05 Maret 2013 - 21:18 WIB
Sawah kering, petani...
Sawah kering, petani tuding ada permainan
A A A
Sindonews.com - Puluhan petani meradang karena sawah mereka tidak mendapat jatah air sehingga 80 hektare lahan padi di tiga desa di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) kekeringan. Mereka menuding, penjaga pintu irigasi ada main dengan pengusaha kolam air deras.

Puluhan petani dari tiga desa yakni Satan Indah Jaya, Air Satan, dan Tanah Prio di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyambangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pengairan Tugumulyo, Selasa (5/3/2013).

"Kita sudah mengikuti anjuran (tenaga penyuluh lapangan (TPL) segera menanam padi, sudah kita lakukan. Sekarang petani telah menanam padi sekitar satu minggu sampai satu bulan, tapi air tidak masuk sehingga sawah kering," kata Marullah, perwakilan petani dari Air Satan.

Menurutnya, kondisi tersebut telah dilaporkan para petani ke Petugas Penjaga Pintu Air (P3A) di Kecamatan Tugumulyo. Sayangnya, para petani mengaku bahwa pegawai P3A tidak pernah berada ditempat dan mereka menduga kunci pintu irigasi justru diserahkan ke pengusaha kolam air deras.

Pejabat Sekretaris Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Mura, Junianto menjelaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi para petani. Khususnya permasalahan air yang nantinya terlebih dahulu akan dirapatkan ke tingkat Komisi Irigasi dalam minggu ini.

"Kita akan selamatkan tanaman padi petani dengan cara menurunkan tim untuk menggiring air," tegas Juniarto.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Tohirin menegaskan pihaknya segera menurunkan tim untuk menfasilitasi restrukturisasi pegawai P3A. Karena berjalan ditempat, makanya segera dilakukan pemilihan lagi petugas P3A. Sebab selama ini P3A menjadi binaan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

"Kita akan lakukan pemeriksaan mengenai permasalahan tersebut. Jangan sampai petani yang dirugikan. Kita ingin seluruh petani tidak ada masalah khususnya masalah air," ungkapnya.

Sedangkan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII Watervang, Tubagus mengaku terkait dengan laporan petani yang menduga petugas P3A menyerahkan kunci pintu irigasi ke pengusaha kolam air deras akan dilakukan pengecekan.

"Kita akan segera menyerahkan pintu air irigasi kepada kalian (petani)," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
6 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
7 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved