Miris, guru agama masih dipandang sebelah mata
Minggu, 03 Maret 2013 - 18:44 WIB
Miris, guru agama masih dipandang sebelah mata
A
A
A
Sindonews.com – Guru agama masih dinilai sebelah mata, oleh dunia pendidikan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan agama Islam tingkat SMP Kota Depok Muslihah.
Menurutnya, peran guru agama dalam dunia pendidikan berpengaruh dalam menyampaikan pesan agama pada anak didik. Namun, selama ini guru agama masih dipandang sebelah mata. Padahal, saat ini masyarakat dihadapkan dengan masalah degradasi moral pada anak didik dan tidak jarang berujung pada tindak kriminal.
"Guru Agama Islam selama ini masih dipandang sebelah mata. Padahal, kiprah dan kinerja tidak jauh berbeda dengan guru lainnya. Sering kalau akhlak bobrok itu ditujukan ke kita, karena kesalahan dalam mendidik dan lainnya,'" kata Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan agama Islam tingkat SMP Kota Depok Muslihah, Minggu (03/03/2013).
Ia menilai, diskriminasi seakan masih berlangsung seperti dalam jenjang karier. Dia mengaku sudah mengajar selama 20 tahun dan lulus S2 namun belum disertifikasi. Sedangkan guru umum yang masa mengajarnya baru lima-tujuh tahun, mereka lebih dulu mendapat sertifikasi.
"Dalam karier kita merasa kurang jelas dan tidak tahu kenapa seperti ini. Padahal kalau dari sisi kompetensi dan kualitas guru agama juga tidak jauh berbeda. Seperti data guru agama saja yang ada di Depok itu dari kita," terangnya.
Menurutnya, peran guru agama dalam dunia pendidikan berpengaruh dalam menyampaikan pesan agama pada anak didik. Namun, selama ini guru agama masih dipandang sebelah mata. Padahal, saat ini masyarakat dihadapkan dengan masalah degradasi moral pada anak didik dan tidak jarang berujung pada tindak kriminal.
"Guru Agama Islam selama ini masih dipandang sebelah mata. Padahal, kiprah dan kinerja tidak jauh berbeda dengan guru lainnya. Sering kalau akhlak bobrok itu ditujukan ke kita, karena kesalahan dalam mendidik dan lainnya,'" kata Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan agama Islam tingkat SMP Kota Depok Muslihah, Minggu (03/03/2013).
Ia menilai, diskriminasi seakan masih berlangsung seperti dalam jenjang karier. Dia mengaku sudah mengajar selama 20 tahun dan lulus S2 namun belum disertifikasi. Sedangkan guru umum yang masa mengajarnya baru lima-tujuh tahun, mereka lebih dulu mendapat sertifikasi.
"Dalam karier kita merasa kurang jelas dan tidak tahu kenapa seperti ini. Padahal kalau dari sisi kompetensi dan kualitas guru agama juga tidak jauh berbeda. Seperti data guru agama saja yang ada di Depok itu dari kita," terangnya.
(stb)