Tahun ini, Kaltim bebas pasung

Kamis, 28 Februari 2013 - 21:27 WIB
Tahun ini, Kaltim bebas...
Tahun ini, Kaltim bebas pasung
A A A
Sindonews.com - Jika pemerintah pusat baru mencanangkan Indonesia bebas pasung pada tahun 2014, Pemerintah Provinsi Kaltim malah mencanangkan Kaltim bebas pasung 2013.

Pemprov Kaltim optimis dengan target ini, mengingat sejumlah program yang telah jalan, termasuk jemput langsung mencari korban pasung akibat gangguan jiwa.

“Saat ini tim terus memantau di 14 kabupaten dan kota jika ditemukan korban pasung. Tim akan bertindak memberikan pertolongan bekerjasama dengan tim di daerah,” kata Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam dr Padilah Manteruna, Kamis (28/2/2012).

Padilah menjelaskan, pemasungan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), untuk itu masyarakat harus diberikan pemahaman yang baik agar pemasungan tidak terjadi lagi. Masyarakat harus sadar dan mengerti, setiap penderita sakit mental berhak mendapat pengobatan laik.

"Diharapkan, para keluarga korban pasung yang dibebaskan bisa menjalani pengobatan secara rutin setiap bulan, dengan diberi suntikan obat khusus yakni sidola secara gratis." jelasnya.

Upaya jemput bola untuk melihat langsung kondisi pasien jiwa juga dilakukan pihak RSJD. Upaya ini sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 14 kabupaten dan kota agar jangan memasung keluarga yang menderita kejiwaan, karena sudah ada obat yag diberikan secara gratis dari pemerintah setiap bulan.

“Program jemput pasien ini sudah pernah kita lakukan dulu, namuan teryata tidak efektif mengingat luasnya wilayah Kaltim. Sekarang kita programkan secara integral bekerjasama dengan instansi terkait ternyata bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Sekarang ini sesuai perkembangan zaman sudah ada teknisnya saat membuka pasung dengan memberikan suntikan sehingga pasien tidak memberontak atau mengamuk. Sedangkan, obat-obatan juga mendapat bantuan dari Kementrian Kesehatan seiring program nasional , Indonesia bebas pasung 2014.

”Rata-rata para korban pasung setelah menjalani perawatan meskipun tidak normal sepenuhnya, namun bisa mampu berinteraksi dengan keluarga juga ada yang mandiri. Karena itu masyarakat diajak untuk memberikan hak dan kesempatan pengobatan dan perawatan kepada penderita gangguan jiwa dan stop pemasungan karena telah melangggar hak hidup, hak berobat dan hak asasi manusia para penderita,” kata Padilah.

Korban pasung akibat gangguan jiwa masih banyak terjadi di Kaltim. Pada tahun 2012 saja RSJD mencatat berhasil mengambil 20 korban pasung. Dengan program jemput bola ini, diharapkan sebelum 2013 berakhir tidak ada lagi korban pasung di Kaltim.
(rsa)
Berita Terkait
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
5 Cara Memulihkan dari...
5 Cara Memulihkan dari Trauma Kekerasan dalam Rumah Tangga
Mengupas UU Penghapusan...
Mengupas UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pandemi Covid-19 Meningkatkan...
Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Tegaskan KDRT Bukan...
Tegaskan KDRT Bukan Urusan Privat, Partai Perindo: Perlu Sistem dan Tata Kelola Terstruktur-Berkelanjutan
RPA Perindo Dampingi...
RPA Perindo Dampingi Korban Kekerasan Seksual dan KDRT Minta Perlindungan ke LPSK
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
1 jam yang lalu
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
2 jam yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
3 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
4 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
7 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved