Ternyata, penyemen bayi juga hampir gorok tetangganya
Kamis, 21 Februari 2013 - 16:52 WIB
Ternyata, penyemen bayi juga hampir gorok tetangganya
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah tetangga, menolak Solikin (31) pelaku penyemen bayi kembali ke rumahnya di Jalan Endrosono, Semampir, Surabaya jika bebas dari hukuman jika diketahui memiliki kelainan jiwa. Karena Solikin kerap berulah dan pernah nyaris menewaskan tetangganya.
Slamet (35), salah satu tetangga pelaku menuturkan, Solikin memang memiliki sifat yang aneh. Bahkan boleh dibilang tak waras. Beruntung setiap kali melakukan kekerasan selalu ketahuan tetangga lainnya hingga tidak ada korban jiwa.
Menurut Slamet, Solikin pernah memukul kepala orang lain bahkan ada perempuan yang sempat digendong hendak dibanting.
"Ada juga yang hampir tewas digorok. Dia seorang perempuan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit dengan dijahit lehernya, sebanyak tujuh jahitan karena luka," tutur Slamet, Kamis (21/2/2013).
Karena sering melakukan tindakkan-tindakkan di luar kewajaran maka warga menganggap Solikin memang tak waras sehingga harus hati-hati jika bertemu dengan dirinya itu.
Ia menganggap wajar saja jika Misnawi, orang tua FH balita korban pembunuhan selalu curiga kepada gerak-geriknya. Bahkan karena kecurigaan itu sehingga terlontar kata-kata yang membuat pelaku sakit hati.
Namun, kejadian pembunuhan balita ini memang sungguh di luar dugaan keluarga korban.
"Keluarga tentu tak habis pikir, jika imbasnya mengenai anaknya yang masih balita itu," tutur Slamet.
Sebelumnya, Warga Jalan Endorosono, Gang VII nomor 19 F, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, menolak Sholikin kembali kampung halaman. Jika nanti memang pelaku terbukti memiliki kelainan jiwa tentu tidak bisa dijerat dengan hukum.
Warga khawatir kejadian serupa bakal terulang lagi. Seperti diketahui, Balita FH ditemukan terbalut semen di samping rumah pelaku. Sebelum dibalut semen, FH diduga telah dibanting dan dianiaya hingga tewas.
Slamet (35), salah satu tetangga pelaku menuturkan, Solikin memang memiliki sifat yang aneh. Bahkan boleh dibilang tak waras. Beruntung setiap kali melakukan kekerasan selalu ketahuan tetangga lainnya hingga tidak ada korban jiwa.
Menurut Slamet, Solikin pernah memukul kepala orang lain bahkan ada perempuan yang sempat digendong hendak dibanting.
"Ada juga yang hampir tewas digorok. Dia seorang perempuan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit dengan dijahit lehernya, sebanyak tujuh jahitan karena luka," tutur Slamet, Kamis (21/2/2013).
Karena sering melakukan tindakkan-tindakkan di luar kewajaran maka warga menganggap Solikin memang tak waras sehingga harus hati-hati jika bertemu dengan dirinya itu.
Ia menganggap wajar saja jika Misnawi, orang tua FH balita korban pembunuhan selalu curiga kepada gerak-geriknya. Bahkan karena kecurigaan itu sehingga terlontar kata-kata yang membuat pelaku sakit hati.
Namun, kejadian pembunuhan balita ini memang sungguh di luar dugaan keluarga korban.
"Keluarga tentu tak habis pikir, jika imbasnya mengenai anaknya yang masih balita itu," tutur Slamet.
Sebelumnya, Warga Jalan Endorosono, Gang VII nomor 19 F, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, menolak Sholikin kembali kampung halaman. Jika nanti memang pelaku terbukti memiliki kelainan jiwa tentu tidak bisa dijerat dengan hukum.
Warga khawatir kejadian serupa bakal terulang lagi. Seperti diketahui, Balita FH ditemukan terbalut semen di samping rumah pelaku. Sebelum dibalut semen, FH diduga telah dibanting dan dianiaya hingga tewas.
(ysw)