Banjir terjang ratusan rumah di Warmare
Jum'at, 15 Februari 2013 - 13:34 WIB
Banjir terjang ratusan rumah di Warmare
A
A
A
Sindonews.com - Hampir enam jam lamanya wilayah Warmare, Manokwari dilanda banjir setinggi satu meter. Luapan banjir yang terjadi akibat derasnya hujan tersebut, merendam 200 pemukiman warga di wilayah itu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Sementara untuk para korban banjir, hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah setempat.
Diketahui, hujan mengguyur wilayah Manokwari sejak pukul 17.00 WIT sore kemarin, hingga pukul 00.00 WIT semalam. Lantaran tersapu banjir, banyak warga yang melakukan pengungsian ke wilayah yang lebih tinggi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan terparah yang dilanda banjir yakni Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, sekira 60 km dari Kota Manokwari.
Karena pemukiman mereka ditinggalkan, menyebabkan harta benda mereka ikut terendam banjir dan banyak yang tidak bisa diselamatkan. Sumber air bersih di wilayah itu pun tidak dapat dipergunakan lagi, lantaran ikut terendam banjir.
Sementara untuk kondisi tadi pagi, dengan alat seadanya para warga membersihakan rumahnya dari endapan lumpur setebal 10 cm.
Kondisi pasar dan Terminal Warmare pun tidak difungsikan seperti biasanya. Sejumlah pedagang masih membersihkan pemukiman mereka dari endapan lumpur.
"Kondisi ini memang selalu terjadi setiap tahun jika hujan besar. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib kami untuk segera merelokasi rumah kami ke tempat yang lebih aman," papar seorang warga Sarce Ullo, Jumat (15/2/2013).
"Kami hingga kini jugabelum mendapatkan bantuan. Kami berharap agar bantuan segera dturunkan kepada 200 kepala keluarga yang ada di sini. Karena seluruh peralatan dapur kami ikut hanyut terbawa banjir," tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Sementara untuk para korban banjir, hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah setempat.
Diketahui, hujan mengguyur wilayah Manokwari sejak pukul 17.00 WIT sore kemarin, hingga pukul 00.00 WIT semalam. Lantaran tersapu banjir, banyak warga yang melakukan pengungsian ke wilayah yang lebih tinggi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan terparah yang dilanda banjir yakni Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, sekira 60 km dari Kota Manokwari.
Karena pemukiman mereka ditinggalkan, menyebabkan harta benda mereka ikut terendam banjir dan banyak yang tidak bisa diselamatkan. Sumber air bersih di wilayah itu pun tidak dapat dipergunakan lagi, lantaran ikut terendam banjir.
Sementara untuk kondisi tadi pagi, dengan alat seadanya para warga membersihakan rumahnya dari endapan lumpur setebal 10 cm.
Kondisi pasar dan Terminal Warmare pun tidak difungsikan seperti biasanya. Sejumlah pedagang masih membersihkan pemukiman mereka dari endapan lumpur.
"Kondisi ini memang selalu terjadi setiap tahun jika hujan besar. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib kami untuk segera merelokasi rumah kami ke tempat yang lebih aman," papar seorang warga Sarce Ullo, Jumat (15/2/2013).
"Kami hingga kini jugabelum mendapatkan bantuan. Kami berharap agar bantuan segera dturunkan kepada 200 kepala keluarga yang ada di sini. Karena seluruh peralatan dapur kami ikut hanyut terbawa banjir," tambahnya.
(rsa)