Larangan keras perayaan Valentine Day menuai kontroversi

Rabu, 13 Februari 2013 - 00:26 WIB
Larangan keras perayaan...
Larangan keras perayaan Valentine Day menuai kontroversi
A A A
Sindonews.com - Larangan tegas perayaan hari kasih sayang atau valentine days, yang dilontarkan Wakil Wali Kota Depok dianggap berlebihan. Pasalnya, sebagai lembaga pemerintahan seharusnya lebih memikirkan program pengentasan kemiskinan dan pendidikan.

Bukan justru memberikan respon negatif, atas kebiasaan yang sudah menjadi budaya. Hal itu diungkapkan pengamat budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rachmawati.

"Larangan tersebut telah melanggar hak azasi manusia (HAM). Pasalnya, ada hak orang lain yang ingin merayakan," kata dia, Selasa (12/02/2013).

Terkait persepsi perayaan yang dikaitkan dengan free seks, Devie menuturkan hal itu tidak mendasar. Kontroversi ini, sambungnya, banyak digunakan kelompok tertentu saja untuk melanggar HAM.

"Saya tekankan tidak ada hubungan dengan agama, atau kelompok tertentu. Justru gunakan dan manfaat ini untuk sosialisasi yang memecahkan persoalan," imbuhnya.

Dia menekankan, pada fungsi pokok pemerintah sendiri. Yang harusnya melaksanakan apa yang menjadi program kerja.

"Pemerintah jangan mengesampingkan program yang harusnya dijalankan. Toh ini (valentine) sudah membudaya jadi jangan membuat respon negatif atas budaya yang sudah ada," tukasnya.

Sementara itu, Rika Asmawaty (17), salah satu peljar mengaku tidak setuju dengan larangan itu. Pasalnya, valentine dikenal di agama lain dan di Depok sendiri memiliki banyak penganut agama lain.

"Enggak setujunya kan enggak bisa dilarang juga sih, karena ada orang kristen juga di sini. Kalau untuk orang islam biarkan mereka pikir sendiri karena sudah tahu," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok mengimbau, agar warga Depok tidak merayakan valentine dengan alasan perayaannya sering dimaknai dengan memasrahkan diri pada pasangan masing-masing.

Dia juga mengimbau, pada orang tua agar membawa anaknya ke acara keagamaan ketimbang merayakan valentine. Larangan keras juga dilontrkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Habib Idrus Al Gadhri yang menganggap perayaan hari valentine haram bagi umat muslim. Dia meminta agar Pemerintah Kota Depok mengeluarkan larangan tegas untuk tidak membiarkan para pelajar merayakan valentine.

Menurut dia, budaya tersebut haram dan simbol perayaan orang kafir. Apalagi jika dirayakan dengan seks bebas.
(stb)
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
3 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
3 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
5 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved