Atasi banjir Jakarta, pemerintah tabur 108,6 ton garam

Minggu, 10 Februari 2013 - 21:57 WIB
Atasi banjir Jakarta,...
Atasi banjir Jakarta, pemerintah tabur 108,6 ton garam
A A A
Sindonews.com - Sejak digelarnya operasi modifikasi cuaca oleh BNPB bersama BPPT didukung BMKG dan TNI pada 26 Januari 2013 hingga hari ini, sudah 108,6 ton bahan semai berupa NaCl (garam dapur yang sudah diolah menjadi tepung), yang disebarkan ke dalam awan. Hal itu diungkapkan DR. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya.

Menurutnya, total sudah 36 sorti penerbangan, untuk menaburkan bahan semai ke dalam awan, yaitu 24 sorti dengan pesawat Hercules C-130 dan 12 sorti dengan pesawat Casa 212-200.

“Berdasarkan evaluasi sementara menunjukkan, upaya modifikasi cuaca ini telah berhasil mendistribusikan hujan,” katanya, Minggu (10/2/2013).

Jika Dibandingkan dengan rata-rata hujan historis wilayah Jakarta, lanjutnya, curah hujan yang terjadi selama pelaksanaan modifikasi cuaca lebih kecil.

“Berarti ada penurunan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya. Target awal adalah hujan berkurang 30 persen daripada hujan normalnya. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk menentukan apakah operasi diteruskan atau dipindah ke daerah lain yang rawan banjir,” ungkapnya.

Ia mengaku, rencana awal operasi hingga 25 Maret 2013 dengan disesuaikan kebutuhan di lapangan. Hari ini dilakukan 3 sorti penerbangan. Sorti pertama pada pukul 10.56 - 12.53 WIB menggunakan pesawat Hercules.

“Penyemaian dilakukan pada sel-sel awan Cumulus pada ketinggian 11.000 - 13.000 kaki di Timur Jatiluhur, sampai Lembang dan di daerah Laut Utara Pantai Indramayu dengan bahan 4 ton,” katanya.

Sorti kedua pukul 11:28 - 12:57 WIB menggunakan pesawat CASA 212-200. Penyemaian dilakukan pada sel-sel awan Cu dengan ketinggian 13.000 - 14.000 feet di daerah Cikotok. Ketinggian penyemaian 10.000 feet dan menghabiskan bahan semai 1 ton.

“Sorti ketiga dengan pesawat Hercules A-1323 pada pukul 14:45 - 16:06. Penyemaian dilakukan di daerah Purwakarta, Cikampek dan Subang pada ketinggian 10.000 feet. Di darat telah dilakukan pengoperasian GBG dengan 23 flare di 13 lokasi, dan GBG sistem larutan di 3 lokasi selama masing-masing 6,5 jam,” imbuhnya.
(stb)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
1 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
2 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
3 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved