KJS belum dicetak ulang, berobat pakai KTP

Jum'at, 25 Januari 2013 - 18:02 WIB
KJS belum dicetak ulang,...
KJS belum dicetak ulang, berobat pakai KTP
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak serius mengeluarkan kebijakan Kartu Jakarta Sehat (KJS) bagi kaum miskin kota di ibu kota. Buktinya, hingga kini Pemprov DKI tak mencetak kembali kartu yang diluncurkan pada 10 November 2012 lalu.

"Dari awal launching, sudah 502 orang yang mendapat KJS. Belum ada perubahan," ujar Dr. Agriati saat di temui di Puskesmas Bukit Duri, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Ditambahkan dia, meski tak menggunakan KJS, warga Jakarta yang kurang mampu tetap bisa mendapatkan pengobatan gratis, hanya dengan menggunakan KTP dan kartu keluarga. Namun demikian, menurutnya KJS harus tetap diberikan.

"Sudah cukup pakai KTP dan kk warga bisa berobat gratis. Tetapi (KJS) harus tetap direalisasikan. Saya tidak tahu kapan akan dicetak lagi dan dibagikan ke warga," tukasnya.

Sementara itu, Hartati, warga RT 08/09 Kelurahan Bukit Duri, mengatakan bahwa dirinya belum memegang KJS dan tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya. Namun, tetap bisa berobat dengan gratis, hanya dengan menunjukkan KTP dan kk.

"Kita kan sudah ada KTP. Katanya KJS harus daftar pake KTP, tapi sekarang belum ada info daftar dimana," terangnya.

Belum dicetak kembalinya KJS, membuat perangkat daerah dilevel yang paling kecil, yakni Ketua Rukun Tetangga (RT) bingung. Sebab banyak warga yang menanyakan kepada RT, tetapi dia tidak pernah mendapatkan arahan dari kelurahan maupun dinas kesehatan.

"KJS apaan? Saya bingung kartu apa itu. Tapi katanya itu kartu sehat. Sudah banyak warga yang datang menanyakan itu, tapi saya harus jawab apa? Karena tidak pernah ada undangan untuk bicara soal itu," terang Abdul Hamid, Ketua Rt 08/09, Kelurahan Bukit Duri, kaget.

Lebih mengejutkan lagi, dilevel kelurahan bahkan Lurah setempat tidak mengetahui perkembangan warganya yang belum maupun sudah mendapatkan KJS.

Saat ditemui di kantor kelurahan, Lurah Bukit Duri Muhammad Isa Sarnuri, mengaku dengan polos mengaku tidak mengetahui kelanjutan program tersebut. "Saya kurang tahu perkembangan terakhirnya karena semuanya langsung di data dan diurus di puskesmas, nanti konfirmasi saja ke puskesmas," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Puluhan KIS Milik Warga...
Puluhan KIS Milik Warga Bumiharjo Jepara Ditemukan di Tempat Rongsok
Kader JKN, Pejuang Keberlangsungan...
Kader JKN, Pejuang Keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional
Ratusan KIS Ditemukan...
Ratusan KIS Ditemukan di Tempat Sampah Halaman Puskesmas Herlang
Reses di Kelurahan Kunjung...
Reses di Kelurahan Kunjung Mae, Kartini Dicurhati Warga Soal KIS dan KIP
Anggota DPR Sebut Kartu...
Anggota DPR Sebut Kartu Sakti Jokowi Percepat Pengembangan SDM
Program KIS Bantu Ibu...
Program KIS Bantu Ibu Hamil Tak Pusing Lagi Biaya Persalinan
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
56 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved