Proposal ditolak Kemendagri, 5 balaidesa batal direnovasi

Kamis, 24 Januari 2013 - 13:23 WIB
Proposal ditolak Kemendagri,...
Proposal ditolak Kemendagri, 5 balaidesa batal direnovasi
A A A
Sindonews.com – Lima kepala desa di Kulonprogo harus gigit jari. Rencana renovasi balaidesa mereka tahun ini batal setelah proposal yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo ditolak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Padahal, Pemkab tidak memiliki anggaran untuk renovasi.

Lima desa yang akan direnovasi antara lain Jatimulyo Kecamatan Girimulyo, Banjarasri Kalibawang, Kalidengen dan Jangkaran Temon, serta Kalirejo Kokap. Proposal diajukan melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPPKB), pertengahan 2012 lalu.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPDPPKB Kulonprogo Puji Hartono mengatakan, proposal yang mereka ajukan resmi ditolak. Kepastian terkait penolakan itu mereka terima Januari ini. Namun dia mengaku, tidak tahu persis kenapa proposal renovasi balai desa yang diajukan ditolak Kemendagri.

"Kami tidak tahu alasannya kenapa. Padahal kami mengajukan proposal bantuan itu karena anggaran Pemkab tidak memungkinkan untuk itu. Tapi karena ditolak, mau bagaimana lagi. Kami terima sepenuhnya," katanya di Kulonprogo, Jawa Tengah, Kamis (24/1/2013).

Menurutnya, Pemkab tidak patah arang. Setelah penolakan itu, Pemkab mencoba alternatif untuk proposal yang sama ke Pemda DIY melalui anggaran penanganan dan rehabilitasi bencana. Untuk proposal ini, pihaknya memprioritaskan untuk renovasi balaidesa Jangkaran dan Banjarasri.

Kondisi kedua balaidesa itu, kata Puji, cukup memrihatinkan. Balaidesa Banjarasri rusak akibat hantaman gempa 2006 silam, sehingga perangkat desa terpaksa mengungsi ke gedung PKK. Sementara Jangkaran lokasinya terlalu mepet dengan jalan raya akibat pelebaran Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS).

"Kami berharap proposal diterima dan setidaknya mendapat kucuran dana Rp150 juta. Kekurangannya diusahakan dari pemerinta desa. Kami pernah mengajukan proposal sejenis uang merenovasi Balaidesa Temon Wetan," terangnya.

Kepala desa Jangkaran, Temon, R. Karis mengatakan, kondisi balaidesa yang memprihatinkan sangat mengganggu aktivitas. Selain lokasi yang mepet dengan jalan raya, lahan yang sempit membuat pemerintah desa tidak dapat mengumpulkan warga dalam jumlah banyak.

"Kami berharap balaidesa kami segera direnovasi," harapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved