Jokowi disarankan banyak koordinasi dengan Aher & Atut
Minggu, 20 Januari 2013 - 13:33 WIB
Jokowi disarankan banyak koordinasi dengan Aher & Atut
A
A
A
Sindonews.com- Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Patrialis Akbar berharap, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa secepatnya merumuskan pencegahan banjir yang kerap melanda ibu kota. Jangan sampai banjir lima tahunan ini terjadi berulang-ulang.
"Harus ada pemecahan masalah ini, karena tidak bisa dengan Pemprov sendiri saja. Harus dibantu berbagai pihak juga," katanya.
Dia pun menyarankan, agar Gubernur Joko Widodo (Jokowi) berkoordinasi dengan pihak Pemprov Banten, dan Jawa Barat. Hal itu guna membuat waduk raksasa untuk menampung air di kedua daerah tersebut.
"Terintegrasi, khususnya PU (Pekerjaan Umum), Gubernur DKI, Jabar, Banten, membuat tanggul raksasa, atau waduk-waduk raksasa, agar air tetap keluar. Tapi terkendali, koordinasi dan terintegrasi," tambahnya.
Dengan kondisi Jakarta yang sedang buruk, ia meminta semua pihak tidak usah saling menyalahkan satu sama lain. dalam kondisi seperti, lanjutnya, semua harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar yakni masyarakat yang menjadi korban banjir.
"Jangan saling menyalahkan, tapi saling bahu-membahu untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Khususnya warga Jakarta yang terkena musibah banjir. Kita tidak mencari kekurangan (pemerintah), tapi kita akan bantu," ujarnya.
"Harus ada pemecahan masalah ini, karena tidak bisa dengan Pemprov sendiri saja. Harus dibantu berbagai pihak juga," katanya.
Dia pun menyarankan, agar Gubernur Joko Widodo (Jokowi) berkoordinasi dengan pihak Pemprov Banten, dan Jawa Barat. Hal itu guna membuat waduk raksasa untuk menampung air di kedua daerah tersebut.
"Terintegrasi, khususnya PU (Pekerjaan Umum), Gubernur DKI, Jabar, Banten, membuat tanggul raksasa, atau waduk-waduk raksasa, agar air tetap keluar. Tapi terkendali, koordinasi dan terintegrasi," tambahnya.
Dengan kondisi Jakarta yang sedang buruk, ia meminta semua pihak tidak usah saling menyalahkan satu sama lain. dalam kondisi seperti, lanjutnya, semua harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar yakni masyarakat yang menjadi korban banjir.
"Jangan saling menyalahkan, tapi saling bahu-membahu untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Khususnya warga Jakarta yang terkena musibah banjir. Kita tidak mencari kekurangan (pemerintah), tapi kita akan bantu," ujarnya.
(kri)