Banjir rendam puluhan rumah di Bumirejo
Jum'at, 18 Januari 2013 - 08:12 WIB
Banjir rendam puluhan rumah di Bumirejo
A
A
A
Sindonews.com - Warga Desa Bumirejo, Lendah, Kulonprogo terpaksa harus mengungsi ke tempat lebih aman. Pasalnya, hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis 17 Januari 2013 sore, membuat puluhan rumah warga terencam.
Luapan air merendam empat dusun di desa tersebut. Antara lain Dusun Bangeran, Panggang, dan Ngipik serta sebagian Dusun Dukuh di sisi utara. Ketinggian air mencapai 30 centimeter.
Agung Nugroho (30) warga Bangeran mengatakan, mereka tidak pernah menduga banjir akan setinggi itu. Sebab, air biasanya tidak sampai masuk kedalam rumah meski wilayah mereka diguyur hujan yang sangat deras. “Sekarang sudah sekira 30 sentimeter,” ucapnya, di Kulonprogo, Jumat (18/1/2013) pagi.
Dia mengatakan, warga berupaya menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Manula dan anak-anak juga diungsikan ke wilayah yang tidak terenda banjir. "Sebisa mungkin yang masih bisa diselamatkan ya dipindahkan agar tidak terkena luapan air," katanya.
Luapan air yang merendam puluhan rumah warga berasal dari saluran irigasi yang menginduk ke Bendungan Sapon, Sidorejo, Lendah, yang dialiri Sungai Progo. Selain rumah, luapan air juga menenggelamkan puluhan hektare lahan persawahan yang saat ini memasuki masa tanam kedua.
Di kawasa Dukuh, luapan air menghancurkan budidaya ikan warga. Burhan (37), warga setempat mengatakan, kolam budidaya ikan yang hancur akibat luapan air tak terhitung . “Semua ikan hanyut terbawa air,” jelasnya.
Menurutnta, belasan pembudidaya ikan di dusunnya merugi hingga jutaan rupiah. Sebab, sebagian kolam berisi ika gurameh dan lele akan dipanen dalam waktu dekat.
Kepala Desa Bumirejo, Klimun mengatakan pihaknya tengah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Dia mengaku sudah menyampaikan bencana tersebut ke pihak kecamatan dan Pemkab Kulonprogo. "Sudah kita koordinasikan dengan kecamatan dan kabupaten," katanya.
Luapan air merendam empat dusun di desa tersebut. Antara lain Dusun Bangeran, Panggang, dan Ngipik serta sebagian Dusun Dukuh di sisi utara. Ketinggian air mencapai 30 centimeter.
Agung Nugroho (30) warga Bangeran mengatakan, mereka tidak pernah menduga banjir akan setinggi itu. Sebab, air biasanya tidak sampai masuk kedalam rumah meski wilayah mereka diguyur hujan yang sangat deras. “Sekarang sudah sekira 30 sentimeter,” ucapnya, di Kulonprogo, Jumat (18/1/2013) pagi.
Dia mengatakan, warga berupaya menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Manula dan anak-anak juga diungsikan ke wilayah yang tidak terenda banjir. "Sebisa mungkin yang masih bisa diselamatkan ya dipindahkan agar tidak terkena luapan air," katanya.
Luapan air yang merendam puluhan rumah warga berasal dari saluran irigasi yang menginduk ke Bendungan Sapon, Sidorejo, Lendah, yang dialiri Sungai Progo. Selain rumah, luapan air juga menenggelamkan puluhan hektare lahan persawahan yang saat ini memasuki masa tanam kedua.
Di kawasa Dukuh, luapan air menghancurkan budidaya ikan warga. Burhan (37), warga setempat mengatakan, kolam budidaya ikan yang hancur akibat luapan air tak terhitung . “Semua ikan hanyut terbawa air,” jelasnya.
Menurutnta, belasan pembudidaya ikan di dusunnya merugi hingga jutaan rupiah. Sebab, sebagian kolam berisi ika gurameh dan lele akan dipanen dalam waktu dekat.
Kepala Desa Bumirejo, Klimun mengatakan pihaknya tengah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Dia mengaku sudah menyampaikan bencana tersebut ke pihak kecamatan dan Pemkab Kulonprogo. "Sudah kita koordinasikan dengan kecamatan dan kabupaten," katanya.
(maf)