Kemenhub pesimis ganjil genap mampu urai kemacetan

Jum'at, 04 Januari 2013 - 13:46 WIB
Kemenhub pesimis ganjil...
Kemenhub pesimis ganjil genap mampu urai kemacetan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku pesimis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa merealisasikan regulasi plat kendaraan ganjil-genap untuk mengatasi kemacetan di ibu kota.

"Seharusnya sebelum menerapkan kebijakan tersebut kita melakukan survei dibeberapa negara yang pernah melakukannya. Karena tidak jarang kebijakan tersebut tidak mengatasi kemacetan yang ada," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat acara Review 2012 & Outlook 2013 Transportasi Indonesia di Jakarta, Kamis (3/1/2012).

Ditambahkan dia, kebijakan pembatasan kendaraan melalui nomor polisi ganjil dan genap, belum tentu efektif mengatasi kemacetan di Jakarta. Dia memberi contoh, salah satu penerapan kebijakan tersebut yang tidak efektif terjadi di Meksiko.

"Dengan kebijakan itu, muncul perubahan perilaku pengguna kendaraan pribadi. Para pengguna kendaraan pribadi memang beralih ke kendaraan umum. Tapi bukannya beralih ke angkutan umum, mereka malah memilih taksi," terangnya.

Dia melanjutkan, hal yang sama terjadi di Beijing, Cina. Saat Olimpiade Beijing 2008 lalu, kebijakan ini pun dilakukan. Memang saat event tersebut, peraturan ini dapat dikatakan berhasil mengurangi kemacetan. Namun usai itu, macet tetap melanda kota sehingga pemerintah kota harus menarik kebijakan tersebut.

"Kami menyarankan jika Pemprov DKI lebih baik mematangkan ERP (Elektronic Road Pricing) dibanding pemberlakuan plat nomor polisi ganjil-genap," tukas Bambang.

Dia menambahkan, sebelum aturan tersebut diselesaikan, Jakarta dapat mencontoh Singapura yang sebelum mengunakan ERP kota tersebut memakai sistem stikerisasi untuk membatasi penggunaan kendaraan. Sambil menunggu ERP terwujud, Pemprov DKI bisa membenahi angkutan kota, Bus Rapid Transit (BRT), dan juga fasilitas parkir, "park and ride".

"Karena untuk pembatasan kendaraan pribadi ke tengah kota tidak bisa berdiri sendiri. Harus mempersiapkan segalanya. Jika hal ini tidak dilakukan maka akan sia-sia upaya pengatasan kemacetan yang ada," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Hari Pertama, Ratusan Kendaraan Masih Nekat Masuk Puncak
Diberlakukan Uji Coba...
Diberlakukan Uji Coba Ganjil Genap, Kawasan Puncak Padat Merayap. Selengkapnya di iNews Siang
Ganjil Genap di Jalur...
Ganjil Genap di Jalur Puncak, Sistem Oneway Tetap Diberlakukan
Pagi Ini Lalin Jalur...
Pagi Ini Lalin Jalur Puncak Masih Ramai Lancar
Ingat! Besok, Jalur...
Ingat! Besok, Jalur Puncak Berlakukan Ganjil Genap
Libur Panjang Iduladha,...
Libur Panjang Iduladha, Ganjil Genap Diterapkan Menuju Puncak Bogor 14-18 Juni 2024
Berita Terkini
Bertolak ke NTB, Presiden...
Bertolak ke NTB, Presiden Prabowo Bakal Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat
21 menit yang lalu
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
22 menit yang lalu
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
33 menit yang lalu
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
33 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
2 jam yang lalu
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved