Beredar BBM jeritan hati dokter RSUD Tarakan

Jum'at, 04 Januari 2013 - 11:36 WIB
Beredar BBM jeritan...
Beredar BBM jeritan hati dokter RSUD Tarakan
A A A
Sindonews.com - Beredar pesan BlackBerry Mesengger (BBM) berjudul "Shock Theraphy Jokowi Effect" yang berisi tentang keluhan, jeritan hati dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Berikut isi BBM yang sampai ke Sindonews, Jumat 4 Januari 2013:

Mohon ijin share 'jeritan hati' sejawat internis di RSUD Tarakan ttg dampak pemberlakuan Kartu JAKARTA SEHAT. Aku gak senang ngadu kalo gak kebangetan. Aku tulis di sini agar TS terutama di RS/puskesmas tau ato bisa sharing policynya solusinya?

Aku sebetulnya sdh overload visite jam 6-18 tiap hari. Semua poli di RSku nembus angka 1.000 pasien/hari. Poli PD 150-170/hari. Jumlah operasi bulan lalu 500 yg elektif = 20 operasi/hari dgn 2 operator ; SpB = 10 operasi/hari/SpB, belum+kasus cito.

Pasien 3-5 hari tetap di UGD tak bisa masuk ruangan karena kelas 3 penuh, disuruh kelas 2 tak mau bayar. Pegawai gantian sakit. Sudah 2x dalam 3 minggu aku sakit. Ini aku sudah 2 hari sakit tak bisa masuk. Benar2 kondisi tak sehat+sangat rawan kecelakaan medis/malpraktek.

Tapi siapa bisa ngerti sikon kita petugas kesehatan. Dan harap tau ya honor kami di Tarakan terakhir untuk Sept dibayar Okt. Jadi sudah 3 bulan (Okt-Des) tak ada uang masuk mulai Askes, Gakin Jamkesmas dll.

Jokowi tak mau bayar sisa2 hutang Gakin Jamkesmas jaman Foke. 3 bulan sebelum pilkada Foke juga gratiskan semua pasien semua strata ekonomi dgn modus sama: KTP Jakarta. Masuk RS sampai sembuh/modar semua gratis, termasuk lab+ obat apapun tak boleh dikirim keluar meski di lab dalam RS tak ada.

Obat apapun mahalnya tak boleh resep lari keluar RS dicarikan oleh RS. Dan semua obat + lab yg keluar biayanya ditanggung RS 100%, demi gengsi + nama baik politik GUB di mata warganya, masuk keluar RSUD tak bayar apapun. Siapapun tau kalo lab+obat makan biaya terbesar jauh lebih besar drpd jasa ruangan, jasa dr/zr.

Lha pertanyaannya uang siapa mbayari lab/obat2 ke luar RS ? Sementara lab+obat di dlm habis/tak ada stock baru krn hutang2 belum terbayar. Demi politik/nama baik GUB (Dir RS) kami tdk boleh mrujuk ke RS lain. Mo sembuh/gak, mo tak ada obat/tak ada lab canggih pokoke skali masuk Tarakan tak boleh keluar.
(san)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
KIS, Kartu Ajaib Era...
KIS, Kartu Ajaib Era Jokowi yang Memudahkan Masyarakat Dapatkan Layanan Kesehatan Gratis
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Kartu Kredit Bos-bos...
Kartu Kredit Bos-bos Pertamina Dihapus, Gimana Nasib BUMN Lain?
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
25 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
50 menit yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
51 menit yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
1 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved