DPRD Kulonprogo abaikan penolak bandara

Kamis, 03 Januari 2013 - 14:23 WIB
DPRD Kulonprogo abaikan...
DPRD Kulonprogo abaikan penolak bandara
A A A
Sindonews.com - Paguyuban petani penggarap lahan pesisir yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) meradang. Penyebabnya, karena DPRD setempat acuh dengan aspirasi mereka yang menolak rencana pembangunan bandara internasional.

Ketua WTT Purwinto mengatakan, DPRD Kulonprogo sama sekali tidak mencerminkan diri sebagai wakil rakyat. Dewan terkesan tidak peduli terhadap aspirasi petani empat desa; Glagah, Jangkaran, Sindutan, dan Palihan, yang tergabung dalam WTT.

''Sangat mengecewakan, mengatasnamakan wakil rakyat tapi tidak merespon aspirasi kami. Minimal membuka komunikasi untuk mencari jalan keluar. Tapi sampai sekarang, peran wakil rakyat tidak terlihat sama sekali. Mereka seperti tidak peduli,'' kata Purwinto kepada wartawan, Kamis (3/1/2013).

Dia mengatakan, karena DPRD hanya diam, maka WTT memilih meminta pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta untuk memperjuangkan nasib mereka. Rencana belum terealisasi karena pengurus WTT sedang sibuk bertani menanam padi di sawah.

"Waktu kami audiensi menyampaikan aspirasi (penolakan) di Kabupaten (Oktober silam), DPRD mestinya juga sudah mendapat info, tapi nyatanya tidak ada respons. Sehingga kami akan ke LBH agar lebih mantap untuk berjuang ke depan. Daripada didiamkan DPRD," katanya.

Menurutnya, sikap WTT masih seperti semula, menolak rencana pembangunan bandara internasional. Dia menegaskan, WTT akan memperkuat perjuangan. Apalagi, hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah terkait rencana tersebut. Sosialisasi oleh Bupati 21 Desember lalu tidak memberi kepastian apa pun.

Terkait penghimpunan 1.000 tanda tangan, Purwinto mengaku hingga kini belum selesai. Semula penghimpunan tanda tangan yang dimulai 15 Desember tersebut ditarget bisa selesai dalam 10 hari.

"Tapi kami optimis akan bisa terkumpul, targetnya tetap sekitar 1.000 tanda tangan," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Soleh Wibowo berkilah, tidak tutup mata dengan adanya pro kontra rencana pembangunan bandara. Hanya saja, menurutnya rencana pembangunan bandara tersebut masih berada pada kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

Selain itu, secara teknis kewenangan memberikan sosialisasi kepada masyarakat adalah kewenangan pemerintah kabupaten.

"Penentuan lokasinya kan juga belum dilaksanakan. Sambil menunggu itu kami juga memantau yang berkembang di masyarakat, ada yang menolak dan ada yang menerima,'' katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
1 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
1 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
1 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
4 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
6 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved