Banjir lumpuhkan Tegal
Sabtu, 29 Desember 2012 - 14:46 WIB
Banjir lumpuhkan Tegal
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan rumah warga di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), terendam banjir dengan kedalaman antara satu sampai dua meter. Banjir tersebut sudah mulai menerjang kawasan tersebut sejak Sabtu dini hari tadi.
"Sekira pukul 03.00 WIB tadi pagi banjir tiba-tiba datang dan merendam rumah warga," ujar Tarwin, salah satu warga yang rumahnya terendam di Kecamatan Kramat, Tegal, Jateng, Sabtu (29/12/2012).
Menurutnya, akibat banjir tersebut, jalan lintas desa di daerah itu sempat terputus oleh genangan banjir. Tidak hanya itu, sejumlah warga yang ingin masuk ke kecamatan itu terpaksa berbalik arah melintasi jalan alternatif karena tingginya air.
Camat Kramat M Nasir menambahkan, ada tiga desa di Kramat yang terendam banjir. Tiga desa itu di antaranya Desa Kemuning, Plumbungan, dan Maribaya.
"Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah, masjid, lahan pertanian, dan perkebunan," jelasnya.
Lebih lanjut Nasir mengatakan, untuk kerugian akibat banjir tersebut, dia belum bisa merinci secara pasti. "Kerugian belum bisa dipastikan, namun yang jelas mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.
"Sekira pukul 03.00 WIB tadi pagi banjir tiba-tiba datang dan merendam rumah warga," ujar Tarwin, salah satu warga yang rumahnya terendam di Kecamatan Kramat, Tegal, Jateng, Sabtu (29/12/2012).
Menurutnya, akibat banjir tersebut, jalan lintas desa di daerah itu sempat terputus oleh genangan banjir. Tidak hanya itu, sejumlah warga yang ingin masuk ke kecamatan itu terpaksa berbalik arah melintasi jalan alternatif karena tingginya air.
Camat Kramat M Nasir menambahkan, ada tiga desa di Kramat yang terendam banjir. Tiga desa itu di antaranya Desa Kemuning, Plumbungan, dan Maribaya.
"Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah, masjid, lahan pertanian, dan perkebunan," jelasnya.
Lebih lanjut Nasir mengatakan, untuk kerugian akibat banjir tersebut, dia belum bisa merinci secara pasti. "Kerugian belum bisa dipastikan, namun yang jelas mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.
(maf)