RS Harkit & PH Love in Paris tidak digugat

Jum'at, 28 Desember 2012 - 11:31 WIB
RS Harkit & PH Love...
RS Harkit & PH Love in Paris tidak digugat
A A A

Sindonews.com - Pihak keluarga Ayu Tria Desriani (7), pasien leukimia yang meninggal dunia di RS Harapan Kita Jakarta, memastikan tak akan melakukan gugatan kepada pihak rumah sakit maupun ke pihak Production House (PH) yang memproduksi sinetron Love in Paris.

"Tidak ada yang saya gugat, dalam hal ini tidak ada yang saya persalahkan, biarkan publik yang menilai atas kejadian ini," ujar Ayah Ayu, Kurniayanto, Jumat (28/12/2012).

Kurnia hanya merasa anaknya tak mendapat kenyamanan maksimal, saat ditangani pihak RS Harapan Kita Jakarta.

"Kenyamanan kurang, saya merasa tidak nyaman saja. Saya menyayangkan ruangan yang harusnya steril tapi harus dikotori oleh kejadian-kejadian yang tak seharusnya," tuturnya.

Kurnia mengatakan, pihak keluarga ikhlas dan menerima kepergian Ayu karena sudah menjadi takdir Tuhan.

"Kami menerima, ini sudah takdir yang tidak boleh disangkal," kata Kurnia.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah penderita leukimia, Ayu Tria Desiani meninggal dunia, karena terlambat menjalani kemoterapi di RS Harapan Kita (Harkit) Jakarta.

Kisah ini bermula saat pembuluh darah Ayu Tria Desiani peceh sehingga pukul 18.30 kemarin, Ayu harus dilarikan ke UGD RS Harapan Kita.

Masih Rabu malam, Pukul 20.00 Ayu di masukkan ke ICCU. Di lokasi yang seharusnya dijadikan tempat perawatan insentif, berubah menjadi lokasi syuting.

“Jarak tempat tidur Ayu dengan lokasi syuting ada empat bayi. Kru Production House (PH) bebas keluar masuk ruangan, yang seharusnya steril,” tulis Kurniawan, ayah Ayu melalui pesan singkatnya kepada Sindonews.com, Kamis (27/12/2012).

Lantaran dijadikan lokasi syuting, peralatan PH memenuhi ruangan UGD, kasir, ruang rawat dan ICCU. Sehingga, keluarga pasien terhalang masuk dan terpaksa harus menggunakan pintu samping jika ingin masuk ke ruangan tersebut.

“Pukul 02.00, Ayu koma. Perawat berusaha menyelamatkan Ayu dengan memompa jantung Ayu yang berhenti. Pukul 02.30, Ayu dinyatakan meninggal dunia. Sekitar pukul 04.00, saya keluar RS Harapan Kita, dan melihat peralatan syuting masih berada di RS Harapan Kita dan beberapa kru tampak tertidur di ruang tunggu,” katanya melalui pesan singkat.
(stb)
Berita Terkait
Pengamat Nilai Overtreatment...
Pengamat Nilai Overtreatment Layanan Kesehatan Perlu Dibenahi
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Panggil Dokter ke Rumah...
Panggil Dokter ke Rumah Bisa Jadi Solusi Kesehatan Keluarga
RS Siloam Putera Bahagia...
RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Resmikan Executive Clinic dan Tambah Ruang Rawat Inap VIP
Kolaborasi Privy dan...
Kolaborasi Privy dan ARSSI Tingkatkan Efisiensi Layanan Kesehatan Swasta di Indonesia
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved