Wali Kota Palembang tidak nafkahi istrinya 2 tahun
Jum'at, 28 Desember 2012 - 00:06 WIB
Wali Kota Palembang tidak nafkahi istrinya 2 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Istri Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, Srimaya Haryanti Saleh mengaku, dirinya sudah tidak mendapat nafkah selama dua tahun. Hal itu terjadi sejak suaminya meninggalkan rumah dinas dan memilih hidup serumah dengan mantan model majalah pria dewasa, Tuty Alawiyah alias Eva Ajeng.
“Selama dua tahun lebih, dia (Eddy) tidak pernah memberi nafkah. Kak Eddy hanya memberi Rp6 juta untuk Aji Nugraha Pratama (Anak pertama pasangan Eddy dan Srimaya). Kekurangan untuk membayar pegawai rumah dinas, minyak (BBM) dan sembako, saya yang bayar memakai uang warisan dari ibu saya,” kata Srimaya dalam keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (27/12/2012).Kamis 27/12/2012.
Sri menjelaskan, saat masih tinggal di rumah dinas Wali Kota Palembang, Pemerintah Kota (Pemkot) selalu memberi uang sekira Rp21,5 juta. Uang itu terdiri dari gaji petugas keamanan Rp6 juta, uang sembako Rp11 juta, dan uang BBM Rp4,5 juta.
“Sekarang tidak ada lagi. Saya yang membayar pakai uang sendiri. Padahal, saya adalah istri sahnya dan tidak pernah memberi izin dia menikah lagi. Saya sudah menjual rumah warisan ibu saya. Saya tidak punya rumah lagi,” paparnya.
Hingga saat ini, Srimaya tetap bertahan tinggal di rumah dinas Wali Kota Palembang. Karena hingga kini masih berstatus sah secara yuridis sebagai istri Wali kota Palembang Eddy Santana Putra. Sedangkan Eddy memilih hengkang dan tinggal di rumah sendiri bersama Eva Ajeng.
Diberitakan sebelumnya, Eddy Santana Putra, telah mencampakkan istrinya yang telah membantunya secara moril maupun materil dalam memenangkan Pilkada pada 2003 lalu.
Eddy diketahui lebih memilih Eva Ajeng. Pria yang dulunya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) itu langsung melupakan jasa dan bantuan istrinya yang telah membantunya maju sebagai Wali Kota Palembang tersebut.
“Selama dua tahun lebih, dia (Eddy) tidak pernah memberi nafkah. Kak Eddy hanya memberi Rp6 juta untuk Aji Nugraha Pratama (Anak pertama pasangan Eddy dan Srimaya). Kekurangan untuk membayar pegawai rumah dinas, minyak (BBM) dan sembako, saya yang bayar memakai uang warisan dari ibu saya,” kata Srimaya dalam keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (27/12/2012).Kamis 27/12/2012.
Sri menjelaskan, saat masih tinggal di rumah dinas Wali Kota Palembang, Pemerintah Kota (Pemkot) selalu memberi uang sekira Rp21,5 juta. Uang itu terdiri dari gaji petugas keamanan Rp6 juta, uang sembako Rp11 juta, dan uang BBM Rp4,5 juta.
“Sekarang tidak ada lagi. Saya yang membayar pakai uang sendiri. Padahal, saya adalah istri sahnya dan tidak pernah memberi izin dia menikah lagi. Saya sudah menjual rumah warisan ibu saya. Saya tidak punya rumah lagi,” paparnya.
Hingga saat ini, Srimaya tetap bertahan tinggal di rumah dinas Wali Kota Palembang. Karena hingga kini masih berstatus sah secara yuridis sebagai istri Wali kota Palembang Eddy Santana Putra. Sedangkan Eddy memilih hengkang dan tinggal di rumah sendiri bersama Eva Ajeng.
Diberitakan sebelumnya, Eddy Santana Putra, telah mencampakkan istrinya yang telah membantunya secara moril maupun materil dalam memenangkan Pilkada pada 2003 lalu.
Eddy diketahui lebih memilih Eva Ajeng. Pria yang dulunya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) itu langsung melupakan jasa dan bantuan istrinya yang telah membantunya maju sebagai Wali Kota Palembang tersebut.
(maf)