110 Tenaga honorer K1 Maros lulus CPNS

110 Tenaga honorer K1 Maros lulus CPNS
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Maros mengumumkan honorer kategori 1 (K1) dinyatakan lulus dan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Bupati Maros HM Hatta Rahman membuka segel surat pengumuman tersebut disaksikan unsur Muspida di ruang Bupati Maros. Dari 118 jumlah tenaga honorer K1, hanya 110 tenaga honorer yang lulus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur honorer K1 berdasarkan ketentuan pasal 6 ayat (1) PP Nomor 56 Tahun 2012 dan memperhatikan pertimbanagn teknis dari Kepala Badan Kepagawaian Negara (BKN) Nomor: K.26--30/V.293-4/93 tanggal 15 Oktober 2012.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Maros, A Ashar Paduppa menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, ada delapan orang yang tidak lulus. Padahal sebelumnya pada pengumuman pertama ada sekitar 118 orang yang namanya lolos.
"Setelah pengumuman pertama, masih ada dua tahap pemeriksaan berkas yakni dilakukan uji publik dengan sistem pemeriksaan Quality Assurance dan audit tujuan tertentu dari BPKP yang hasilnya dinyatakan lolos hanya 110 orang," ujar Ashar.
Dia menambahkan, pendaftaran ulang dan pemberkasan untuk penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) akan dilakukan selama dua minggu. Sehingga terhitung mulai hari ini hingga 14 Januari mendatang mereka yang namanya tercantum diminta untuk segera mendaftar ulang dan melengkapi berkasnya.
Ashar mengatakan, pembukaan segel surat pengumuman daftar K1 yang lolos dilakukan oleh Bupati Maros dengan melibatkan unsur Muspida untuk menghindari tudingan masyarakat terhadap BKDD Maros.
"Biasanya kalau BKD sendiri yang buka pengumumannya, kami selalu mendapat tudingan melakukan kongkalikong terhadap hasil pengumuman. Dengan melibatkan Muspida dan dihadapan mereka segel dibuka membuktikan BKDD Maros tidak terlibat dan ikut campur dalam penentuan kelulusan honorer K1," jelasnya.
Sedangkan untuk delapan honorer yang tidak lulus kata Ashar, pihak BKDD Maros masih belum dapat memberikan keputusan apapun.
"Kita siap memfasilitasi jika ada upaya-upaya yang akan dilakukan honorer yang tidak lulus. Mengenai mereka akankah diakomodir dikategori dua juga belum ada keputusan," pungkasnya.
Bupati Maros HM Hatta Rahman membuka segel surat pengumuman tersebut disaksikan unsur Muspida di ruang Bupati Maros. Dari 118 jumlah tenaga honorer K1, hanya 110 tenaga honorer yang lulus sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur honorer K1 berdasarkan ketentuan pasal 6 ayat (1) PP Nomor 56 Tahun 2012 dan memperhatikan pertimbanagn teknis dari Kepala Badan Kepagawaian Negara (BKN) Nomor: K.26--30/V.293-4/93 tanggal 15 Oktober 2012.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Maros, A Ashar Paduppa menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, ada delapan orang yang tidak lulus. Padahal sebelumnya pada pengumuman pertama ada sekitar 118 orang yang namanya lolos.
"Setelah pengumuman pertama, masih ada dua tahap pemeriksaan berkas yakni dilakukan uji publik dengan sistem pemeriksaan Quality Assurance dan audit tujuan tertentu dari BPKP yang hasilnya dinyatakan lolos hanya 110 orang," ujar Ashar.
Dia menambahkan, pendaftaran ulang dan pemberkasan untuk penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) akan dilakukan selama dua minggu. Sehingga terhitung mulai hari ini hingga 14 Januari mendatang mereka yang namanya tercantum diminta untuk segera mendaftar ulang dan melengkapi berkasnya.
Ashar mengatakan, pembukaan segel surat pengumuman daftar K1 yang lolos dilakukan oleh Bupati Maros dengan melibatkan unsur Muspida untuk menghindari tudingan masyarakat terhadap BKDD Maros.
"Biasanya kalau BKD sendiri yang buka pengumumannya, kami selalu mendapat tudingan melakukan kongkalikong terhadap hasil pengumuman. Dengan melibatkan Muspida dan dihadapan mereka segel dibuka membuktikan BKDD Maros tidak terlibat dan ikut campur dalam penentuan kelulusan honorer K1," jelasnya.
Sedangkan untuk delapan honorer yang tidak lulus kata Ashar, pihak BKDD Maros masih belum dapat memberikan keputusan apapun.
"Kita siap memfasilitasi jika ada upaya-upaya yang akan dilakukan honorer yang tidak lulus. Mengenai mereka akankah diakomodir dikategori dua juga belum ada keputusan," pungkasnya.
(rsa)