Dipantau CCTV, pendapatan tiket Pangandaran naik
Kamis, 27 Desember 2012 - 01:13 WIB
Dipantau CCTV, pendapatan tiket Pangandaran naik
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis terpaksa memasang closed circuit television (CCTV) sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka kebocoran pendapatan di Pintu Tol Gate Objek Wisata Pangandaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Herdiyat mengakui, beberapa tahun terakhir pendapatan di Pintu Tol Pangandaran sulit dinaikan, berbagai problema dan alasan kerap menjadi pembahasan saat membicarakan pendapatan objek wisata Pangandaran.
“Baru-baru ini kami memasang CCTV di kawasan pintu tol gate Pangandaran. Memang belum semua, baru di dua titik dan akan kami lakukan pemasangan CCTV secara bertahap,” terang Herdiyat ditemui di Gedung Pemuda Ciamis, Rabu (26/12/2012).
Herdiyat menjelaskan, sekalipun CCTV yang dipasang baru di dua titik, ternyata pendapatan dari penjualan tiket di Pintu Tol Gate Pangandaran sudah meningkat. Perbedaan peningkatanya luar biasa mencapai 1.000 persen bukan 100 persen lagi.
“Ini menurut saya luar biasa, dan ke depan kami berencana memasang CCTV di semua pintu masuk ke kawasan objek wisata Pantai Pangandaran,” terang Herdiyat.
Herdiyat menyebutkan, perbedaan pendapatan yang sangat mencolok bisa dilihat dalam perbandingan antara pendapatan tahun sebelumnya yaitu 2011 dengan pendapatan tahun 2012.
“Sebagai contoh saya ambil pendapatan pintu tol Pangandaran dalam tiga hari terakhir saat libur natal. Pada tanggal 23 Desember libur natal tahun 2011 misalnya, pendapatn yang kami terima hanya tercatat Rp4,8 juta. Setelah dipasang CCTV pendapatan di tahun 2012 untuk tanggal yang sama meningkat menjadi Rp41 juta,” terang Herdiyat.
Herdiyat menambahkan, sampel yang dia ambil tidak hanya satu hari, tapi tiga hari berturut-turut, dia menjelaskan, pada tanggal 24 Desember 2011 lalu pendapatan hanya tercatat Rp6,8 juta sedangkan pada 24 Desember 2012 naik menjadi Rp80 juta.
“Untuk hari ‘h’ natal memang perbedaanya tidak begitu jauh. Pada 25 Desember 2011 lalu tercatat pendapatan Rp50 juta, sedangkan pada 25 Desember 2012 naik menjadi Rp62 juta,” beber Herdiyat.
Herdiyat menegaskan, dengan keberadaan CCTV saja persoalan pintu tol gate Pangandaran sudah bisa terungkap dan bisa diselesaikan. Karena, dengan kondisi SDM yang sama, dan sistem yang digunakan masih sama manual dengan keberadaan CCTV saja sudah ada perubahan ke arah lebih baik.
“Petugas di lapangan memang tidak bisa main-main, karena kami bisa melakukan audit dari rekaman CCTV. Berapa jumlah tiket yang terjual, siapa saja yang masuk tidak membayar dan sejenisnya,” beber Herdiyat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Herdiyat mengakui, beberapa tahun terakhir pendapatan di Pintu Tol Pangandaran sulit dinaikan, berbagai problema dan alasan kerap menjadi pembahasan saat membicarakan pendapatan objek wisata Pangandaran.
“Baru-baru ini kami memasang CCTV di kawasan pintu tol gate Pangandaran. Memang belum semua, baru di dua titik dan akan kami lakukan pemasangan CCTV secara bertahap,” terang Herdiyat ditemui di Gedung Pemuda Ciamis, Rabu (26/12/2012).
Herdiyat menjelaskan, sekalipun CCTV yang dipasang baru di dua titik, ternyata pendapatan dari penjualan tiket di Pintu Tol Gate Pangandaran sudah meningkat. Perbedaan peningkatanya luar biasa mencapai 1.000 persen bukan 100 persen lagi.
“Ini menurut saya luar biasa, dan ke depan kami berencana memasang CCTV di semua pintu masuk ke kawasan objek wisata Pantai Pangandaran,” terang Herdiyat.
Herdiyat menyebutkan, perbedaan pendapatan yang sangat mencolok bisa dilihat dalam perbandingan antara pendapatan tahun sebelumnya yaitu 2011 dengan pendapatan tahun 2012.
“Sebagai contoh saya ambil pendapatan pintu tol Pangandaran dalam tiga hari terakhir saat libur natal. Pada tanggal 23 Desember libur natal tahun 2011 misalnya, pendapatn yang kami terima hanya tercatat Rp4,8 juta. Setelah dipasang CCTV pendapatan di tahun 2012 untuk tanggal yang sama meningkat menjadi Rp41 juta,” terang Herdiyat.
Herdiyat menambahkan, sampel yang dia ambil tidak hanya satu hari, tapi tiga hari berturut-turut, dia menjelaskan, pada tanggal 24 Desember 2011 lalu pendapatan hanya tercatat Rp6,8 juta sedangkan pada 24 Desember 2012 naik menjadi Rp80 juta.
“Untuk hari ‘h’ natal memang perbedaanya tidak begitu jauh. Pada 25 Desember 2011 lalu tercatat pendapatan Rp50 juta, sedangkan pada 25 Desember 2012 naik menjadi Rp62 juta,” beber Herdiyat.
Herdiyat menegaskan, dengan keberadaan CCTV saja persoalan pintu tol gate Pangandaran sudah bisa terungkap dan bisa diselesaikan. Karena, dengan kondisi SDM yang sama, dan sistem yang digunakan masih sama manual dengan keberadaan CCTV saja sudah ada perubahan ke arah lebih baik.
“Petugas di lapangan memang tidak bisa main-main, karena kami bisa melakukan audit dari rekaman CCTV. Berapa jumlah tiket yang terjual, siapa saja yang masuk tidak membayar dan sejenisnya,” beber Herdiyat.
(ysw)