Banjir lahar dingin ancam Sleman
Selasa, 25 Desember 2012 - 17:14 WIB
Banjir lahar dingin ancam Sleman
A
A
A
Sindonews.com - Banjir lahar dingin Merapi terjadi sore ini mengalir di tiga arus sungai, yaitu Kali Putih dan Kali Senowo, wilayah Magelang, serta Kali Bebeng di wilayah Sleman.
Relawan dari Gemar Mengudara Untuk Kemanusiaan (Gemuk) Pariyadi mengatakan, timnya terus melakukan pemantauan di Kali Bebeng dan Kali Krasak. Menurutnya, banjir lahar dingin akibat hujan yang mengguyur di sekitar puncak Merapi. Untuk volumenya, masih dianggap tidak terlalu membahayakan dan dipastikan masih bisa terkondisikan.
"Banjirnya kecil-kecil, ketinggian sekitar satu meter dan lebar lima belas meter terjadi sekira pukul 15.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB," kata Pariyadi, di Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/12/12).
Dari ketika aliran sungai itu, yang paling besar terjadi banjir lahar dingin, di Kali Senowo, Magelang, ada satu molen yang terendam banjir. "Tapi tidak ikut hanyut terbawa arus," ucapnya.
Sementara, Widi Sutikno, Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman mengatakan, pihaknya sudah menyediakan bronjong dan karung untuk menahan abrasi sungai dan laju deras banjir.
"Banjir lahar akan terjadi jika volume air hujan tinggi. Kita sudah menyiapkan 20 ribu karung dan 800 bronjong untuk mengantisipasi luapan," imbuhnya.
Relawan dari Gemar Mengudara Untuk Kemanusiaan (Gemuk) Pariyadi mengatakan, timnya terus melakukan pemantauan di Kali Bebeng dan Kali Krasak. Menurutnya, banjir lahar dingin akibat hujan yang mengguyur di sekitar puncak Merapi. Untuk volumenya, masih dianggap tidak terlalu membahayakan dan dipastikan masih bisa terkondisikan.
"Banjirnya kecil-kecil, ketinggian sekitar satu meter dan lebar lima belas meter terjadi sekira pukul 15.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB," kata Pariyadi, di Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/12/12).
Dari ketika aliran sungai itu, yang paling besar terjadi banjir lahar dingin, di Kali Senowo, Magelang, ada satu molen yang terendam banjir. "Tapi tidak ikut hanyut terbawa arus," ucapnya.
Sementara, Widi Sutikno, Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman mengatakan, pihaknya sudah menyediakan bronjong dan karung untuk menahan abrasi sungai dan laju deras banjir.
"Banjir lahar akan terjadi jika volume air hujan tinggi. Kita sudah menyiapkan 20 ribu karung dan 800 bronjong untuk mengantisipasi luapan," imbuhnya.
(maf)