Jemaat HKBP rayakan Natal di Polsek Tambun
Selasa, 25 Desember 2012 - 15:19 WIB
Jemaat HKBP rayakan Natal di Polsek Tambun
A
A
A
Sindonews.com –Setelah mendapatkan penolakan keras dari warga, pada malam Misa Natal kemarin malam, puluhan Jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, terpaksa menggelar perayaan Natal di halaman Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi.
Puluhan Jemaat sejak Selasa pagi mencoba mendatangi lokasi Gereja yang berada di Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara.
Namun, puluhan Jemaat tersebut terpaksa kembali lagi ke Polsek Tambun. Karena, warga Desa Jejalen dan pihak kepolisian membuat blockade.
Ratusan aparat dari Polres Bekasi Kabupaten, TNI dan Satpol PP juga sudah disiagakan di sekitar lokasi, dan langsung mengevakulasi puluhan jemaat yang hendak menuju lokasi Gereja ke Polsek Tambun.
Puluhan Jemaat akhirnya merayakan Natal, dan doa bersama di halaman Polsek Tambun.
Aksi penolakan warga Desa Jejalen Jaya tersebut, sudah berlangsung sejak lama dan penolakan keras terjadi kemarin malam, saat para jemaat Gereja HKBP akan menggelar malam kebaktian Natal di lokasi pembangunan gereja.
Pembangunan gereja tidak mengantogi izin dan merupakan tanah sengketa.
Penolakan warga tersebut didasari karena, gereja tersebut masih disegel oleh Pemda Kabupaten Bekasi, karena tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
Selain itu, warga yang menandatangani surat yang diajukan melalui Ketua RW tidak mengatakan untuk mendirikan gereja.
Saat itu, pihak yang meminta tanda tangan persetujuan mengatakan, surat tersebut diperlukan untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) serta Jaring Pengaman Sosial.
“Karena dibohongi, saya dan warga mencabut kembali persetujuan tersebut,” ujar warga Kampung Jejalen RT 1/9 yang meminta namanya tidak dicantumkan, Selasa (25/12/2012).
Pihak jemaat yang berencana melaporkan bentrokan tersebut kepada Polsek Tambun, kabarnya langsung dimentahkan lagi oleh pihak kepolisian.
Sehingga, mereka akan mendatangi dan melaporkan kejadian itu kepada Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta.
“Kami akan mendatangi dan menyurati bapak Presiden,” ujar Pendeta Palti Panjaitan.
Puluhan Jemaat sejak Selasa pagi mencoba mendatangi lokasi Gereja yang berada di Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara.
Namun, puluhan Jemaat tersebut terpaksa kembali lagi ke Polsek Tambun. Karena, warga Desa Jejalen dan pihak kepolisian membuat blockade.
Ratusan aparat dari Polres Bekasi Kabupaten, TNI dan Satpol PP juga sudah disiagakan di sekitar lokasi, dan langsung mengevakulasi puluhan jemaat yang hendak menuju lokasi Gereja ke Polsek Tambun.
Puluhan Jemaat akhirnya merayakan Natal, dan doa bersama di halaman Polsek Tambun.
Aksi penolakan warga Desa Jejalen Jaya tersebut, sudah berlangsung sejak lama dan penolakan keras terjadi kemarin malam, saat para jemaat Gereja HKBP akan menggelar malam kebaktian Natal di lokasi pembangunan gereja.
Pembangunan gereja tidak mengantogi izin dan merupakan tanah sengketa.
Penolakan warga tersebut didasari karena, gereja tersebut masih disegel oleh Pemda Kabupaten Bekasi, karena tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan).
Selain itu, warga yang menandatangani surat yang diajukan melalui Ketua RW tidak mengatakan untuk mendirikan gereja.
Saat itu, pihak yang meminta tanda tangan persetujuan mengatakan, surat tersebut diperlukan untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) serta Jaring Pengaman Sosial.
“Karena dibohongi, saya dan warga mencabut kembali persetujuan tersebut,” ujar warga Kampung Jejalen RT 1/9 yang meminta namanya tidak dicantumkan, Selasa (25/12/2012).
Pihak jemaat yang berencana melaporkan bentrokan tersebut kepada Polsek Tambun, kabarnya langsung dimentahkan lagi oleh pihak kepolisian.
Sehingga, mereka akan mendatangi dan melaporkan kejadian itu kepada Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta.
“Kami akan mendatangi dan menyurati bapak Presiden,” ujar Pendeta Palti Panjaitan.
(stb)