Dinas PU DKI hanya punya 8 pompa
Selasa, 25 Desember 2012 - 04:42 WIB
Dinas PU DKI hanya punya 8 pompa
A
A
A
Sindonews.com - Curah hujan di Jakarta, pada Sabtu 22 Desember 2012 di Jakarta, dinilai paling tinggi selama lima tahun terakhir ini. Karena curah hujan yang tinggi itulah, semua aliran sungai dan kali yang ada menjadi penuh dan menyebabkan air meluap.
"Kami mencatat di Cideng itu ada penakar curah hujan itu sebesar 130 ml, dalam waktu satu setengah jam. Dan hujan itu melebihi kemampuan kapasitas pompa-pompa kita, dan semua rumah pompa kita bekerja," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Erie Basworo di Taman Suropati, Jakarta, Senin (24/12/2012).
Dinas PU sendiri sudah mengeluarkan pompa untuk mengurangi jumlah debit air yang ada, sehingga membuat jumlah debit air semakin tinggi. Meskipun begitu, diakui Erie, genangan air akan surut dengan sendirinya begitu hujan yang mengguyur Jakarta berhenti.
"Semua pompa kita ada delapan, sudah mengalihkan air ke kali. Lalu kali penuh karena pompa mengangkat air sebanyak 30 kubik per detik, tapi memang tidak mampu. Tapi hujan reda kan langsung surut," tukasnya.
Sebelumnya diketahui, hampir setiap hari Jakarta di landa hujan. Hal itu karena di Jakarta sudah masuk musim penghujan. Hujan ini diketahui membuat sebagian jalan-jalan di ibu kota tergenang air.
Selain itu, air kiriman dalam jumlah yang banyak dari Bogor juga menambah jumlah debit air di kali-kali yang ada di Jakarta, hingga menyebabkan beberapa pemukiman warga di sekitar bantaran sungai kebanjiran.
"Kami mencatat di Cideng itu ada penakar curah hujan itu sebesar 130 ml, dalam waktu satu setengah jam. Dan hujan itu melebihi kemampuan kapasitas pompa-pompa kita, dan semua rumah pompa kita bekerja," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Erie Basworo di Taman Suropati, Jakarta, Senin (24/12/2012).
Dinas PU sendiri sudah mengeluarkan pompa untuk mengurangi jumlah debit air yang ada, sehingga membuat jumlah debit air semakin tinggi. Meskipun begitu, diakui Erie, genangan air akan surut dengan sendirinya begitu hujan yang mengguyur Jakarta berhenti.
"Semua pompa kita ada delapan, sudah mengalihkan air ke kali. Lalu kali penuh karena pompa mengangkat air sebanyak 30 kubik per detik, tapi memang tidak mampu. Tapi hujan reda kan langsung surut," tukasnya.
Sebelumnya diketahui, hampir setiap hari Jakarta di landa hujan. Hal itu karena di Jakarta sudah masuk musim penghujan. Hujan ini diketahui membuat sebagian jalan-jalan di ibu kota tergenang air.
Selain itu, air kiriman dalam jumlah yang banyak dari Bogor juga menambah jumlah debit air di kali-kali yang ada di Jakarta, hingga menyebabkan beberapa pemukiman warga di sekitar bantaran sungai kebanjiran.
(san)