Abaikan nasib karyawan, pintu gerbang perusahaan dibakar
Senin, 24 Desember 2012 - 15:45 WIB
Abaikan nasib karyawan, pintu gerbang perusahaan dibakar
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Dusun Pikatan, Desa Mudal, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung nekat membakar pintu gerbang PT Tirtamas Lestari. Aksi warga dipicu oleh pihak perusahaan air mineral yang terletak di jalan Tentara Genie Pelajar ini tidak bertanggungjawab terhadap kecelakaan kerja yang dialami karyawan.
Warga yang mayoritas remaja tersebut membakar ban dan sejumlah barang tepat di pintu perusahaan. Sikap anarkis massa bermula saat aksinya tidak mendapat respon dari pihak manajemen perusahaan.
"Kami hanya meminta perusahaan itu ikut bertanggungjawab. Tapi, aksi kami tidak mendapat respon," kata salah seorang pengunjuk rasa, Wahyudi (35) yang juga karyawan perusahaan tersebut, Senin (24/12/2012).
Dikatakannya, pada 6 Desember lalu, salah seorang sopir PT Tirtamas Lestari, Nasikhun (38) yang tengah mengirim barang ke Semarang mengalami kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut, polisi menahan Nasikhun berikut barang bukti kendaraan yang dibawanya. Namun, PT Tirtamas Lestari sebagai perusahaan yang menaungi Nasikhun enggan memberikan bantuan dan pendampingan terhadapnya.
"Ini murni kecelakaan kerja dan manajemen tidak mau tanggungjawab. Kecelakaan kerja seharusnya menjadi tanggungjawba perusahaan. Tetapi mereka diam saja, teman kami yang ditahan ditengokpun tidak," terangnya.
Sementara itu, pihak manajemen ketika hendak dikonfirmasi terkait persoalan ini, justru mengusir awak media melalui petugas keamanan kantor tersebut.
"Mohon pengertiannya, silakan meninggalkan tempat karena pintu gerbang akan kami kunci," usir salah seorang satpam perusahaan.
Warga yang mayoritas remaja tersebut membakar ban dan sejumlah barang tepat di pintu perusahaan. Sikap anarkis massa bermula saat aksinya tidak mendapat respon dari pihak manajemen perusahaan.
"Kami hanya meminta perusahaan itu ikut bertanggungjawab. Tapi, aksi kami tidak mendapat respon," kata salah seorang pengunjuk rasa, Wahyudi (35) yang juga karyawan perusahaan tersebut, Senin (24/12/2012).
Dikatakannya, pada 6 Desember lalu, salah seorang sopir PT Tirtamas Lestari, Nasikhun (38) yang tengah mengirim barang ke Semarang mengalami kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut, polisi menahan Nasikhun berikut barang bukti kendaraan yang dibawanya. Namun, PT Tirtamas Lestari sebagai perusahaan yang menaungi Nasikhun enggan memberikan bantuan dan pendampingan terhadapnya.
"Ini murni kecelakaan kerja dan manajemen tidak mau tanggungjawab. Kecelakaan kerja seharusnya menjadi tanggungjawba perusahaan. Tetapi mereka diam saja, teman kami yang ditahan ditengokpun tidak," terangnya.
Sementara itu, pihak manajemen ketika hendak dikonfirmasi terkait persoalan ini, justru mengusir awak media melalui petugas keamanan kantor tersebut.
"Mohon pengertiannya, silakan meninggalkan tempat karena pintu gerbang akan kami kunci," usir salah seorang satpam perusahaan.
(ysw)