Banjir serang ratusan rumah di Bekasi Selatan
Senin, 24 Desember 2012 - 14:07 WIB
Banjir serang ratusan rumah di Bekasi Selatan
A
A
A
Sindonews.com - Meluapnya debit air dari Bendung Katulampa, Bogor, membuat ratusan rumah di pinggiran Kali Bekasi terendam air hingga sepinggang orang dewasa. Kondisi itu jelas terlihat berada di Kampung Baru, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Banjir yang menghadang ratusan rumah tersebut terjadi sejak hujan besar yang terjadi malam hari. Bahkan, ratusan warga terpaksa mengungsi ketempat ketinggian, karena kediamanya terendam air hingga satu meter.
”Banjir sudah terjadi sejak tadi malam (Minggu 23 Desember 2012),” kata Wati (20), warga Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (23/12/2012).
Menurut Wati, awalnya air hanya semata kaki saja, namun tidak lama air semakin tinggi dan merendam seluruh pemukiman warga. Kondisi ini sudah kerap terjadi bila hujan datang dengan curah sangat tinggi.
”Tidak ada saluran air, makanya setiap hujan pasti kebanjiran,” ucapnya.
Pantauan Koran SINDO, ratusan wanita dan anak-anak terlihat mengungsi dengan membawa perabotan seadanya ke gerbang masuk sebuat pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari lokasi banjir. Sedangkan para pria menunggu rumah dan membuang air dengan alat seadanya.
Menanggapi banjir tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerjunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tim tersebut beranggotakan 40 personil yang bertugas menditeksi potensi datangnya banjir dan mengantisipasi banjir di beberapa wilayah Kota Bekasi.
”Tim sudah diterjunkan untuk mengantisipasi dan membantu warga sekitar dalam musibah bencana banjir tersebut, kita sudah mengevakuasi warga ketempat yang lebih tinggi, tidak ada korban dalam banjir ini,” ungkap Kepala Kesbangpolinmas Kota Bekasi Agus Dharma.
Banjir yang menghadang ratusan rumah tersebut terjadi sejak hujan besar yang terjadi malam hari. Bahkan, ratusan warga terpaksa mengungsi ketempat ketinggian, karena kediamanya terendam air hingga satu meter.
”Banjir sudah terjadi sejak tadi malam (Minggu 23 Desember 2012),” kata Wati (20), warga Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (23/12/2012).
Menurut Wati, awalnya air hanya semata kaki saja, namun tidak lama air semakin tinggi dan merendam seluruh pemukiman warga. Kondisi ini sudah kerap terjadi bila hujan datang dengan curah sangat tinggi.
”Tidak ada saluran air, makanya setiap hujan pasti kebanjiran,” ucapnya.
Pantauan Koran SINDO, ratusan wanita dan anak-anak terlihat mengungsi dengan membawa perabotan seadanya ke gerbang masuk sebuat pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari lokasi banjir. Sedangkan para pria menunggu rumah dan membuang air dengan alat seadanya.
Menanggapi banjir tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerjunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tim tersebut beranggotakan 40 personil yang bertugas menditeksi potensi datangnya banjir dan mengantisipasi banjir di beberapa wilayah Kota Bekasi.
”Tim sudah diterjunkan untuk mengantisipasi dan membantu warga sekitar dalam musibah bencana banjir tersebut, kita sudah mengevakuasi warga ketempat yang lebih tinggi, tidak ada korban dalam banjir ini,” ungkap Kepala Kesbangpolinmas Kota Bekasi Agus Dharma.
(maf)