Pertanian Bekasi butuh anggaran Rp50 Miliar
Jum'at, 21 Desember 2012 - 22:04 WIB
Pertanian Bekasi butuh anggaran Rp50 Miliar
A
A
A
Sindonews.com - Kabupaten Bekasi ditahun 2013 membutuhkan anggaran pertanian mencapai Rp50 miliar. Anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur pertanian, perbaikan irigasi dan lain-lainnya. Demikian ditegaskan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi Marjaya Ibrahim.
"Untuk mengenjot sektor pertanian di Bekasi, dibutuhkan anggaran sebesar itu, ini kebutuhan para petani, 2013 harus menjadi skala prioritas," kata Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi Marjaya Ibrahim, Jum'at (21/12/2012)
Marjaya menilai, sarana dan prasarana pertanian di wilayah Kabupaten Bekasi masih tergolong minim. Misalkan, alat pemotong padi, mesin pembuat pupuk organik, traktor, pengairan, saluran pembagi areal diwilayah Utara Bekasi.
Jika hal itu semua sudah dipenuhi para petani, kata dia, penghasilan padi setiap tahun di Kabupaten Bekasi meningkat pesat. Sehingga itu menjadi keuntungan pemerintah daerah.
"Setiap tahun sektor pertanian mendapatkan kucuran sangat minim," ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, musim hujan cukup deras di wilayah Bekasi, sehingga dikhawatirkan terjadi banjir di area persawahan. Jika saluran teknis persawahan itu tidak diperbaiki, bisa menimbulkan kebanjiran yang menyebabkan gagal pertanian.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi harus memperhatikan sejumlah kecamatan yang rawan banjir, diantaranya Kecamatan Babelan, Cabangbungin, Muara Gembong, Sukatani, Sukawangi, Pebayuran dan Kecamatan Karang Bahagia.
"Daerah ini rawan banjir tetapi masuk kategori area persawahan dan penghasil terbesar di Bekasi. Masyarakat Bekasi khususnya yang berada di Kabupaten Bekasi adalah petani, sehingga anggaran ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," terangnya.
Sementara, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengatakan, untuk mengucurkan anggaran pertanian sebesar itu, perlu adanya pengkajian terlebih dahulu.
"Kita kaji dan sesuaikan kebutuhanya, agar kucuran anggaran sebesar itu bisa tepat sasaran," katanya.
Neneng menegaskan, petani harus dibekali ilmu dan teknologi tentang tata cara bertanam seperti sistem legowo dua baris. Tahun ini Kabupaten Bekasi memiliki target produksi padi sebanyak 588.153 ton. Jumlah itu, meningkat dari tahun sebelumnya dengan target produksi padi hanya 548.616 ton.
Hanya saja, jika musim rendeng tiba petani berhasil mencapai masa tanam sawah seluas 53.128 hektar dengan hasil panen padi seluas 48.805 hektar. Dari luas itu produksi padi sebanyak 302.023 ton
(stb)